Detik.com News
Detik.com

Sabtu, 08/06/2013 10:12 WIB

PKS Tolak BBM Dianggap Strategi Pencitraan Dongkrak Elektabilitas

Septiana Ledysia - detikNews
PKS Tolak BBM Dianggap Strategi Pencitraan Dongkrak Elektabilitas
Jakarta - Sikap PKS yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak dinilai sebagai strategi pencintraan untuk menaikkan elektabilitas partai. Sikap PKS tersebut juga dinilai sebagai cara untuk raih simpati publik, karena saat ini partainya sedang terjerat kasus korupsi.

"Penolakan harga BBM yang dilakukan PKS juga bisa digunakan untuk memperkuat posisi PKS di Koalisi jadi mereka tidak mau kalah sebelum perang," ujar pengamat politik Hanta Yuda dalam diskusi yang bertemakan perahu retak setgab yang digelar Sindo Trijaya di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/6/2013).

Hanta juga mengatakan, sikap penolakan harga BBM juga dinilai sebagai salah satu kekecewaan PKS karena masuknya Golkar pada tahun 2009 kedalam pemerintahan. "PKS juga sering tidak dilibatkan dalam rapat-rapat Setgab," ujarnya.

Mendengar hal itu, Ketua DPP Partai Demokrat, Didi Irawadi mengatakan, seluruh anggota setgap selalu diundang jika ada rapat-rapat. Menurutnya tidak ada satupun partai anggota Setgap yang tidak diundang.

"Tidak pernah tidak diundang, semua diundang,tidak mungkin gak diundang, jadi itu gak benar," Imbuh Didi.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(spt/rvk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
92%
Kontra
8%
MustRead close