detikcom

Selasa, 04/06/2013 15:03 WIB

KSAD: Sidang Kasus Cebongan Diawasi KY

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
KSAD Jenderal Moeldoko.
Jakarta - Rangkaian sidang kasus penyerangan LP Cebongan oleh oknum Kopassus, akan dimulai pertengahan bulan ini. Sidang yang digelar di Pengadilan Militer Yogyakarta ini juga dalam pengawasan Komisi Yudisial.

"Sesuai aturan, pengadilan militer juga diawasi KY. Para hakimnya bekerja dalam pengawasan KY juga," kata KSAD Jenderal Moeldoko di Mabes AD, Jl Veteran, Jakarta, Rabu (4/6/2013).

Danrem 072 Pamungkas, Brigjen TNI Adi Widjaya, yang ditemui secara terpisah mengatakan, sidang akan mulai digelar pada 15 Juni mendatang. Untuk pengamanan, sudah ada koordinasi dengan Polda DIY selaku pihak berwenang.

"Pokoknya sebelum puasa ini sidangnya,"kata Adi Widjaya, usai menghadiri acara safety riding di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Selasa(4/6/2013).

Jumlah personel yang akan dikerahkan dalam pengamanan sidang tergantung situasi sidang. Karena sidang tidak gelar secara serentak. Jumlah personel pengamanan bergantung pada jadwal berapa yang akan menjalani sidang.

Sidang kasus penyerangan ini tidak hanya sehari, namun bisa berkelanjutan. Karena sidang akan dipecah-pecah.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(fiq/lh)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
71%
Kontra
29%