Sabtu, 01/06/2013 00:45 WIB

4 Penumpang Tewas Kecelakaan di Sumut, Supir Bus KUPJ Tour Tidak Hati-hati

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan, - Tabrakan antara bus dan truk yang menyebabkan 4 orang tewas di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut) diduga akibat kelalaian supir bus. Sang supir termasuk salah satu korban yang mengalami luka berat.

Kepala Unit Laka Lantas Polres Asahan Ipda Pol MP Pardede menyatakan, saat kejadian bus KUPJ Tour nomor pintu 067 dengan nomor polisi BK 7031 FY yang dikemudikan Juni Sipayung mencoba mendahului truk tronton box nomor polisi BL 9554 A.

“Truk tronton yang didahului ini dikemudikan Muhammad Ali,” kata MP Pardede kepada wartawan, Jumat (31/5/2013) malam.

Polisi menduga upaya mendahului truk itu tidak didasari perhitungan yang matang, supir bus tidak hati-hati. Sebab pada saat yang sama dari arah berlawanan datang truk Fuso BK 8921 BA yang dikemudikan Jumali. Akibatnya terjadi tabrakan di bagian depan, kemudian bus KUPJ terbalik di lokasi kejadian.

“Lalu bus ini ditabrak lagi oleh truk tronton yang semula didahuluinya,” tukas Pardede.

Akibat kecelakaan ini, kondisi bus KUPJ ringsek hebat dan kap atas juga lepas. Empat orang meninggal dunia akibat kejadian ini. Tiga orang tewas di tempat, dan 1 orang lagi meninggal saat sudah berada di Klinik Mifta Hakim di Kecamatan Lima Puluh.

Sedangkan korban luka berat dan ringan yang masih dirawat saat ini sebanyak 6 orang. Termasuk korban yang dirawat adalah Juni Sipayung supir bus yang dinilai tidak hati-hati tersebut.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(rul/ahy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%