detikcom
Kamis, 30/05/2013 01:57 WIB

PDIP Copot Aji Sofyan Alex Sebagai Ketua DPD Kaltim

Robert - detikNews
Halaman 1 dari 2
Samarinda, - DPD PDIP Kaltim tengah diusik persoalan internal. Aji Sofyan Alex, yang maju sebagai bakal calon Wagub di Pilgub Kaltim 2013 mendampingi Farid Wadjdy, dicopot dari jabatan Ketua DPD PDIP Kaltim. Bahkan PDIP menarik dukungan terhadap keduanya.

Pasangan bakal Cagub dan Cawagub Farid Wadjdy dan Aji Sofyan Alex, menyerahkan berkas pendaftaran ke KPUD Kaltim, Senin (27/5/2013) lalu, dengan dukungan PPP dan PDIP. Namun belakangan, DPP PDIP menyurati KPUD Kaltim yang isinya, majunya Aji Sofyan Alex menyalahi aturan partai.

"Surat ditujukan kepada Ketua KPUD Kaltim tentang pemberitahuan dan penjelasan, sehubungan dengan pasangan Farid dan Aji Sofyan. DPP PDIP menyampaikan bahwa itu (pendaftaran Aji Sofyan Alex) tidak sesuai aturan internal partai," kata Ketua KPUD Kaltim, Andi Sunandar, dalam keterangannya kepada wartawan di kantornya, Jl Basuki Rahmat, Samarinda, Rabu (29/5/2013).

Disamping penyampaian DPP PDIP terkait ketidaksesuaian dengan aturan internal partai, surat tersebut juga berisikan keputusan pembebasan tugas Ketua dan Sekretaris DPD PDIP Kaltim, dimana masing-masing dijabat oleh Aji Sofyan Alex dan Edi Kurniawan.

"Adanya pembebasan tugas melalui Surat Keputusan DPP PDIP terhadap Ketua dan Sekretaris DPD PDIP Kaltim," ujar Andi.

Meski telah menerima surat DPP PDIP terkait 2 poin penting tersebut, Andi menggarisbawahi bahwa KPUD Kaltim masih perlu mempelajari lebih lanjut surat DPP PDIP tersebut. Hal menarik lainnya adalah, DPP PDIP juga memutuskan menarik dukungan terhadap pasangan Farid Wadjdy dan Aji Sofyan Alex.

"Kami perlu pelajari karena di SK tersebut juga dibuat suatu penunjukan dan pengangkatan Pelaksana Harian Ketua (Dody Rondonowu) dan Sekretaris DPD PDIP Kaltim (Marten Apuy)," sebut Andi.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mpr/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%