Detik.com News
Detik.com
Rabu, 29/05/2013 14:34 WIB

Setelah 4 Tahun Dipenjara, Antasari Sebut Kasusnya Mulai Terungkap

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - Antasari Azhar kecewa atas mangkirnya Mabes Polri dalam sidang pra peradilan di PN Jakarta Selatan. Setelah mendekam di bui selama 4 tahun, Antasari menyebut kasus yang menjeratnya mulai menuju titik terang dengan berbagai bukti.

"Dua tahun saya ditahan di Polda Metro, dua tahun di LP, satu persatu terungkap. Nanti lihat saja Peninjauan Kembali (PK) saya. Sekarang bukan hanya penegakan hukum, kenapa yang curi cokelat dihukum? Nenek-nenek dihukum? Harus ada penegakan keadilan," ujar Antasari di PN Jakarta Selatan, Jalan Raya Ampera, Jakarta Selatan, Rabu (29/5/2013).

Selama 4 tahun, Antasari berjuang mencari keadilan bagi dirinya. Bahkan dirinya mengungkapkan lika-liku perjuangan hukum dari prosedur peradilan yang berbelit, hingga barang bukti berupa baju korban yang hingga kini seolah lenyap tanpa ada penyitaan.

Antasari berpendapat, baju korban yang terkena tembakan adalah bukti kunci yang dapat membebaskannya dari jeratan hukum.

"Masalah baju korban yang sampai saat ini masih tidak tahu. Pada saat itu korban ditemukan di Mayapada, masuk UGD. Kemudian tanpa pakaian dibawa ke Gatot Subroto. Artinya dari Mayapada bajunya sudah dibuka. Paramedis di Mayapada diserahkan kemana baju itu? Karena sejak persidangan awal sampai akhir baju itu tidak pernah hadir. Ini perkara 340 yang merupakan delik materil," terangnya.

"Waktu saya menjadi jaksa penuntut umum, percikan darah di baju itu sangat penting, karena disana dapat dilihat kapan dia tewas, dimana,karena apa. Tapi kan sekarang tidak bisa karena baju tidak ada," sambung dia.

Hilangnya bukti kunci itu, dinilai Antazari sebagai upaya untuk menyudutkan dirinya dan juga untuk menutupi jejak yang sebenarnya.

"Lalu apakah ditembak dari luar atau tembak langsung. Kalau ada percikan mesiu, itu artinya tembak langsung,tak ada penghalang. Tapi itu dihilangkan sehingga kami tidak dapat menelusuri lebih lanjut, ada apa?," kata Antasari.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rni/fiq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%