Selasa, 28/05/2013 16:44 WIB

Bayi Baru Lahir di China Berhasil Diselamatkan dari Pipa Toilet

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Beijing - Seorang bayi yang baru lahir berhasil diselamatkan dari pipa toilet di sebuah apartemen di China. Bayi berjenis kelamin laki-laki ini diduga dibuang ke toilet oleh ibunya.

"Untungnya bayi ini berhasil selamat. Tapi orang (yang meninggalkan dia) masih dicurigai melakukan percobaan pembunuhan," ujar seorang polisi setempat yang enggan disebut namanya seperti dikutip media setempat hangzhou.com.cn dan dilansir AFP, Selasa (28/5/2013).

Temuan bayi ini berawal ketika para penghuni apartemen di Jinhua, Provinsi Zhejiang mendengar suara tangisan bayi dari dalam pipa toilet yang ada di lantai 4 apartemen tersebut. Mereka kemudian memanggil petugas pemadam untuk memeriksa lebih lanjut.

Awalnya petugas berusaha menarik bayi tersebut, namun gagal. Lalu petugas terpaksa menggergaji saluran pipa dengan diameter 10 cm tersebut.

Nyaris 1 jam dibutuhkan untuk memotong satu per satu saluran pipa dan kemudian membukanya dengan tang. Akhirnya, si bayi yang baru berusia 2 hari itu pun berhasil dikeluarkan, dengan kondisi plasenta masih menempel. Bayi tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit setempat.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bayi dengan berat 2,3 kg tersebut mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Ada luka sobek di bagian wajah dan bagian tubuhnya yang lain, serta denyut jantungnya sangat lemah. Bayi ini ditempatkan di dalam inkubator dan saat ini dilaporkan dalam kondisi stabil.

Pihak kepolisian masih mencari orangtua bayi malang ini.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvc/ita)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%