Detik.com News
Detik.com

Minggu, 26/05/2013 00:29 WIB

Warga Heboh Temukan Pocong Keluar dari Kuburan

Adi Saputro - detikNews
Pontianak, - Jenazah yang masih terbungkus kain kafan membuat heboh warga Kampung Bangka Belitung, Pontianak, Kalimantan Barat. Pocong itu ditemukan di tepi parit yang berada di atas kuburannya.

Kabar ini membuat warga berbondong-bondong mendatangi pemakaman muslim di Jalan Adi Sucipto. Heran dengan kejadian ini, sejumlah warga langsung mengaitkan dengan cerita mistik.

"Mayat masih terbalut kain kafan berada diatas kuburannya, dalam posisi telungkup," kata Fauzi warga setempat, Sabtu (25/5/2013) malam.

Kejadian ini pertama kali diketahui Rusli. Dia langsung melaporkan penempuan jenazah di atas kuburan ke Polsek Pontianak Selatan.

Jenazah yang berada di luar kuburannya diketahui bernama Santi asal Nusa Tenggara Timur. Santi meninggal dunia karena sakit.

"Tidak diketahui kapan jasadnya dimakamkan, karena waktu dimakamkan tidak ada melapor ke pengurus pemakaman muslim," terang Fauzi.

Kepada warga, polisi meminta tidak mengaitkan kejadian ini dengan mistik. Polisi juga membawa jenazah ke kamar mayat RS Dr Soedarso sambil menunggu pihak keluarga menguburnya kembali.

Diduga peristiwa ini terjadi karena jenazah ikut terapung karena air pasang yang menggenangi areal makam. Sejak beberapa hari ini lokasi makam memang digenangi air pasang laut.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fdn/fdn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%