Detik.com News
Detik.com
Jumat, 24/05/2013 03:30 WIB

Minim Pendaftar Laki-laki, KPAI Perpanjang Lowongan Komisioner

Rina Atriana - detikNews
Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) resmi memperpanjang waktu pendaftaran calon komisioner. Hal tersebut dilakukan karena sejauh ini jumlah pendaftar laki-laki masih sangat minim.

"Salah satu syarat menjadi komisioner kan tidak boleh merokok, jadi mungkin itu alasan lebih banyak wanita yang mendaftar," kata Ketua Tim Seleksi Komisioner, Erna Sofwan, di kantor KPAI, Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2013).

Awalnya pendaftaran ditutup 18 Mei, namun kemudian diperpanjang hingga 29 Mei 2013 mendatang. Diharapkan perpanjangan waktu tersebut dapat menarik lebih banyak orang untuk mendaftar, terutama kaum laki-laki.

Erna menjelaskan, saat ini KPAI membutuhkan 9 komisioner baru. Komisioner baru itu nantinya akan bertugas untuk periode 2013 hingga 2016.

"Kriteria dan persyaratan calon komisioner bisa dilihat di website www.kpai.go.id," ujarnya. Komisioner KPAI yang saat ini masih bekerja akan habis masa tugasnya pada November 2013.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rna/mok)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%