Jumat, 24/05/2013 03:30 WIB

Minim Pendaftar Laki-laki, KPAI Perpanjang Lowongan Komisioner

Rina Atriana - detikNews
Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) resmi memperpanjang waktu pendaftaran calon komisioner. Hal tersebut dilakukan karena sejauh ini jumlah pendaftar laki-laki masih sangat minim.

"Salah satu syarat menjadi komisioner kan tidak boleh merokok, jadi mungkin itu alasan lebih banyak wanita yang mendaftar," kata Ketua Tim Seleksi Komisioner, Erna Sofwan, di kantor KPAI, Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2013).

Awalnya pendaftaran ditutup 18 Mei, namun kemudian diperpanjang hingga 29 Mei 2013 mendatang. Diharapkan perpanjangan waktu tersebut dapat menarik lebih banyak orang untuk mendaftar, terutama kaum laki-laki.

Erna menjelaskan, saat ini KPAI membutuhkan 9 komisioner baru. Komisioner baru itu nantinya akan bertugas untuk periode 2013 hingga 2016.

"Kriteria dan persyaratan calon komisioner bisa dilihat di website www.kpai.go.id," ujarnya. Komisioner KPAI yang saat ini masih bekerja akan habis masa tugasnya pada November 2013.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rna/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
85%
Kontra
15%