Detik.com News
Detik.com
Kamis, 23/05/2013 15:46 WIB

Jika Dipanggil KPK Lagi, Darin Tetap Tak Mau Datang

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Jika Dipanggil KPK Lagi, Darin Tetap Tak Mau Datang
Jakarta - Sudah 2 kali Darin Mumtazah mangkir dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus Luthfi Hasan Ishaq. Jika dipanggil lagi, siswi SMK 'kembang sekolah' ini tetap tidak mau datang.

"Anaknya yang nggak mau dipanggil (KPK). Nggak akan datang saya," kata ibunda Darin, Mufida, yang akrab disapa Ummi di kediaman Darin, Jalan Kebon Nanas Selatan I, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Kamis (23/5/2014).

Mufida mengaku 2 kali Darin mendapat panggilan dari tim KPK. "Itu anak masih sekolah. Jadi sama saja harus saya yang ngadepin, dia nggak bisa ngadepin sendiri," ujar Mufida.

Dalam jadwal pemeriksaan KPK, Jumat (17/5/2013) nama Darin masuk dalam daftar sebagai saksi kasus dugaan pencucian uang tersangka Luthfi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk kedua kalinya.

Darin ternyata tidak hadir tanpa alasan jelas. Sebelumnya, ia juga mangkir dipanggil penyidik KPK. Saat itu kabarnya, Darin tengah ikut ujian nasional.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(aan/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%