Detik.com News
Detik.com

Rabu, 22/05/2013 15:45 WIB

Presiden SBY Lantik KSAD Letjen TNI Moeldoko

Rivki - detikNews
Presiden SBY Lantik KSAD Letjen TNI Moeldoko Letjend Moeldoko.
Jakarta - Presiden SBY hari ini resmi melantik Letjen Moeldoko sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Berdasarkan Kepres No 24/TNI/2013, Moeldoko menggantikan KSAD terdahulu Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo.

Upacara pelantikan dipimpin oleh Presiden SBY di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Rabu (22/5/2013). Turut Hadir Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kapolri Jenderal Timur Pradopo serta sejumlah jumlah petinggi TNI-Polri lainnya.

Di dalam sumpah jabatannya, Moeldoko berjanji melaksanakan tugasnya sebaik mungkin. "Bahwa saya akan senantiasa menjunjung tinggi sumpah prajurit," ujar Moeldoko saat disumpah jabatan oleh Presiden SBY.

Acara ini juga dihadiri menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Di antaranya adalah Menlu Marty Natalegawa, Menhan Purnomo Yosgiantoro, Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Menko Kesra Agung Laksono.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rvk/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%