detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 10:04 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 20/05/2013 12:28 WIB

PT KCJ: Tarif Progresif Berdasar Jarak Membuat Tarif KRL Lebih Murah

Nala Edwin - detikNews
Ilustrasi
Jakarta - Penerapan tarif progresif berdasarkan jarak tak hanya menguntungkan bagi penumpang kereta jarak dekat. Sistem tarif baru ini juga akan membuat tarif perjalanan KRL relatif lebih murah.

"Tarif ini akan membuat tarif perjalanan KRL sebagain besar lebih murah. Ada tujuan-tujuan yang ongkosnya turun," kata Direktur Utama PT KAI Commuter Line Jabodetabek (KCJ) Tri Handoyo kepada detikcom, Senin (20/5/2013).

Tri mencontohkan tarif KRL Commuter Line Bekasi-Kota yang awalnya Rp 8.500 dengan sistem ini turun menjadi Rp 6.000, tarif KRL dari Serpong-Tanah Abang yang awalnya Rp 8.000 akan turun menjadi Rp 4.000, tarif Tangerang-Duri yang awalnya Rp 7.500 turun menjadi Rp 4.000.

"Sedangkan tarif Jakarta-Bogor, Jakarta-Cilebut dan Jakarta-Bojong Gede tetap," katanya.

Penerapan sistem tarif baru ini akan dilaksanakan pada 1 Juni mendatang. Dengan penerapan tarif progresif ini penumpang yang menaiki 5 stasiun pertama akan dikenakan tarif Rp 3.000 sedangkan untuk tiga stasiun berikutnya akan dikenakan tarif Rp 1.000.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(nal/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%