detikcom
Senin, 20/05/2013 12:28 WIB

PT KCJ: Tarif Progresif Berdasar Jarak Membuat Tarif KRL Lebih Murah

Nala Edwin - detikNews
Ilustrasi
Jakarta - Penerapan tarif progresif berdasarkan jarak tak hanya menguntungkan bagi penumpang kereta jarak dekat. Sistem tarif baru ini juga akan membuat tarif perjalanan KRL relatif lebih murah.

"Tarif ini akan membuat tarif perjalanan KRL sebagain besar lebih murah. Ada tujuan-tujuan yang ongkosnya turun," kata Direktur Utama PT KAI Commuter Line Jabodetabek (KCJ) Tri Handoyo kepada detikcom, Senin (20/5/2013).

Tri mencontohkan tarif KRL Commuter Line Bekasi-Kota yang awalnya Rp 8.500 dengan sistem ini turun menjadi Rp 6.000, tarif KRL dari Serpong-Tanah Abang yang awalnya Rp 8.000 akan turun menjadi Rp 4.000, tarif Tangerang-Duri yang awalnya Rp 7.500 turun menjadi Rp 4.000.

"Sedangkan tarif Jakarta-Bogor, Jakarta-Cilebut dan Jakarta-Bojong Gede tetap," katanya.

Penerapan sistem tarif baru ini akan dilaksanakan pada 1 Juni mendatang. Dengan penerapan tarif progresif ini penumpang yang menaiki 5 stasiun pertama akan dikenakan tarif Rp 3.000 sedangkan untuk tiga stasiun berikutnya akan dikenakan tarif Rp 1.000.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nal/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%