detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 12:34 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 20/05/2013 08:33 WIB

Pengacara Akan Tanya Luthfi di Guntur Soal Arti Fushtun dan Jawi Syarkiyah

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Istilah 'Fushtun' dan 'Jawi Syarkiyah' mencuat dalam percakapan Luthfi Hasan dan Fathanah. Entah apa maksud dua kode itu, Hanya mereka berdua yang tahu. Tapi, agar tak timbul fitnah, apalagi banyak yang menyebut kode itu berkaitan dengan perempuan, pengacara Luthfi M Assegaf akan mengkonfirmasi ke Luthfi.

"Kita juga nggak tahu artinya," jelas Assegaf saat dikonfirmasi detikcom, Senin (20/5/2013).

Assefag menjelaskan, pembicaraan kedua orang itu sebagai teman dekat. Keduanya pernah kuliah bersama di Saudi Arabia, tentu perbincangan dengan kalimat yang akrab.

"Saya nggak tahu makna artinya. Nanti akan saya tanyakan ke Luthfi. Hari ini saya mau kesana (Guntur-red)," ujar Assefag.

Lebih lanjut dia mempersoalkan pemutaran dan penayangan rekaman di Pengadilan Tipikor. Menurut dia, terlalu berlebihan karena saat itu yang menjadi terdakwa Juard Effendi dari pihak Indoguna.

"Mengapa yang diputar rekaman Luthfi dan Fathanah. Mestinya kan nanti saja kalau yang jadi terdakwa Luthfi atau Fathanah," tuturnya.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ndr/ahy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close