Senin, 20/05/2013 00:34 WIB

Korban Runtuhan Tambang Freeport di Papua Bertambah Jadi 8

Wahyu Daniel - detikNews
Jayapura - Jumlah korban dalam runtuhan tambang bawah tanah Big Gossan milik PT Freeport Indonesia di Papua bertambah menjadi 8 orang. Pihak Freeport menyatakan, tim evakuasi telah menemukan kembali 2 orang korban tewas.

"PTFI melaporkan bahwa tim penyelamat telah mengevakuasi dua tambahan korban yang meninggal dari reruntuhan terowongan di lokasi insiden Big Gosan," ujar Freeport dalam keterangannya tertulisnya, Senin (20/5/2013).

Nama korban yang meninggal tersebut adalah Aris Tikupasang dan Victoria Sanger. Hingga kini, jumlah korban meninggal telah bertambah menjadi 8. Diperkirakan masih terdapat 20 pekerja yang masih terkubur dalam reruntuhan.

Sebelumnya, enam orang korban yang telah ditemukan adalah Joni Tulak, Rooy Kailuhu, Ateus Marandof, Selpianus Edowai, Yapinus Tabuni, dan Aan Nugraha.

Selain itu CEO dan Presiden perusahaan induk Freeport McMoran and Gold Inc Amerika Richard Adkerson terbang ke Timika, bersama dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Rozik B. Soetjipto.

Longsor terowongan bawah tanah di PT Freeport pada Selasa (14/5) menyebabkan 38 orang terjebak di dalam. Dari jumlah yang berhasil dievakluasi beberapa waktu lalu, 10 korban mengalami luka.

Dari 10 korban yang mengalami luka itu, sebanyak 5 dirawat di RS Premier Bintaro Tangerang Selatan, dan 5 dirawat di Rumah Sakit Tembagapura Papua.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(dnl/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%