Sabtu, 18/05/2013 09:06 WIB

Tolak Eksekusi Tanah, Warga Tutup Jalan I Gusti Ngurah Rai

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Warga Klender di sekitar Jalan I Gusti Ngurah Rai menolak digusur oleh Satpol PP. Buntut dari penolakan itu, ratusan warga mulai menutup jalan tersebut.

Ratusan warga itu sudah berkumpul dipinggir Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta Timur, Sabtu (18/5/2013) sejak pagi. Untuk menunjukkan ekspresi penolakan, warga mulai membakar ban di tengah jalan. Alhasil jalan di sekitar Mal Klender mengarah ke Pondok Kopi maupun ke Jatinegara sudah tidak dapat dilalui kendaraan sama sekali.

Salah seorang petugas Polsek Duren Sawit, Aiptu Priyono mengatakan berdasarkan pantauan kondisi di lapangan sudah mulai memanas. Priyono mengatakan hal itu dikarenakan sejumlah warga di sekitar jalan tersebut merasa telah memiliki tanah yang telah ditinggali selama bertahun-tahun di areal tanah seluas 10 hektar.

"Kondisi sudah mulai memanas, informasinya warga sudah ada yang mulai bakar ban di tengah jalan eksekusi lahan 10 hektar, dan sejumlah mobil dihentikan lalu diparkir memalang jalan tersebut," ujar Priyono.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(edo/asp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
66%
Kontra
34%