Sabtu, 18/05/2013 00:31 WIB

Rekaman Sadapan dengan LHI Diputar, Ahmad Rozi Ogah Komentar

Ferdinan - detikNews
Transkrip pembicaraan Luthfi Hasan Ishaaq dengan Ahmad Rozi
Jakarta - Jaksa penuntut umum pada KPK memutar rekaman percakapan sadapan antara mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dengan Ahmad Rozi. Tapi Rozi menolak berkomentar soal percakapan terkait data untuk penambahan kuota impor daging sapi.

"Saya tidak menyaksikan persidangan tadi, jadi saya belum bisa comment dulu untuk hal tersebut," kata Rozi dalam pesan singkatnya, Jumat (17/5/2013) malam.

Rozi juga tak menjawab ketika ditanya soal permintaan Luthfi agar dirinya menghubungi pengusaha Elda Devianne Adiningrat dan Dirut PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman.

Luthfi dalam rekaman meminta Rozi agar menghubungi Elda dan Elizabeth untuk menyiapkan data terkait kuota daging sapi. Elda adalah penghubung antara Dirut Indoguna dengan Ahmad Fathanah yang berjanji ikut mengurus kuota impor daging.

Data ini yang akan disetor ke Menteri Pertanian Suswono supaya menyetujui pengajuan penambahan kuota impor yang dimohonkan Indoguna. "Ya kebutuhan lapangan semester ini update terakhir supaya ada alasan bagi Menteri eh..untuk mengeluarkan izin baru," kata Luthfi kepada Rozi sebagaimana rekaman sadapan.

"Saya masih di luar negeri. Saya akan jawab hal tersebut pada persidangan saya nanti sebagai saksi," tutur Rozi.

Rozi sebetulnya dijadwalkan bersaksi untuk dua terdakwa yakni Direktur Indoguna, Arya Abdi Effendy dan Juard Effendi pada persidangan tanggal 15 Mei lalu. Namun Rozi yang hadir telat, batal bersaksi karena majelis hakim meminta penundaan.

Arya dan Juard didakwa menjanjikan uang Rp 40 miliar terkait penambahan kuota impor 8 ribu ton daging sapi untuk PT Indoguna. Dari total uang itu, Rp 1,3 miliar sudah diberikan melalui Ahmad Fathanah untuk diberikan kepada Luthfi Hasan.

Tapi uang tidak sampai ke Luthfi karena penyidik KPK lebih dulu menangkap Fathanah pada 29 Januari 2013. Namun tim KPK memiliki bukti mengenai keterlibatan Luthfi.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(fdn/edo)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%