detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 22:50 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 17/05/2013 16:51 WIB

Sidang Suap Impor Daging

Ini Percakapan Telepon Fathanah-LHI Skenariokan Kuota Impor Sapi

Ikhwanul Habibi - detikNews
(Foto: Ikhwanul Habibi/detikcom)
Jakarta - Ahmad Fathanah diketahui sudah berbincang-bincang dengan Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) mengenai pengaturan impor daging sapi. Berikut transkrip percakapan Fathanah dan LHI pada 9 Januari 2013, jauh sebelum mereka tertangkap.

Transkrip percakapan ini antara nomor HP +62816940797 (LHI) dan HP bernomor 628118003535 (Fathanah), pada 9 Januari 2013, diperlihatkan di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, dengan terdakwa kasus dugaan suap impor sapi, pejabat PT Indoguna Utama, Arya Effendi dan Juard Effendi dengan saksi Ahmad Fathanah.

Sebagian percakapan antara Fathanah dan LHI ini menggunakan bahasa Arab. Salah satunya mengenai skenario meminta tambahan kuota impor sapi untuk PT Indoguna Utama kepada Menteri Pertanian.

Percakapan, antara lain, membahas soal permintaan jatah Rp 5.000/kg dari kuota 8.000 ton yang akan diajukan. Jika skenario berhasil, maka Fathanah dan LHI akan mendapat Rp 40 miliar. (Lihat percakapan: Ee tsamaniya (tertulis khamaniya-Red) alaf alheim ee huwa hiya ta I dunna kullu annukhud arbain milyar cash).

Berikut petikan percakapan Fathanah dan LHI lebih lengkap:
0797 Assalamualaikum
3535 Waalaikum salam ya ayuhal rais
0797 Ayyuha sakhfarat
3535 Khoir alhamdulillah.. afwan pertama istri-istri antum sudah menunggu semua ini
0797 Hah?
3535 Istri-istri antum sudah menunggu semua
0797: Waduh
3535: Hahaha (Tertawa)
0797: Yang mana aja
3535: Ada semuanya
0797: Yang pustun pustun apa jawa sarkia?
3535: Pustun
0797: Hehehe (Tertawa)
3535: He he he.. kapan an?
0797: Haaa?
3535: Kapan datang?
0797: Ana nanti malam naik pesawat dari sini jam setengah sepuluh, dari dari Riau. Ee terus besok sore ke Medan
3535: Ke Jakartanya kapan?
0797: Haa?
3535: Ke Jakartanya?
0797: Nanti malam
3535: Jadi sempat ke Jakarta ntar malem?
0797: Ya nanti malam pulang sebentar
3535: He eh
0797: Jam, dari sini jam setengah sepuluh sampai situ mungkin sekitar jam sebelasan kali ya
3535: He eh
0797: He eh
3535: Ke Ibu EL kapan kita bakten?
0797: Nah..ana kan kasih jadwal, mudah-mudahan besok pagi atau..
3535: Besok pagi. Ismak ismak e kalam la arab ya ana. Ee ee huwa hiya tukdhil khamaniya alaf batruk ton alheim
0797: He eh
3535: Ee tsamaniya (tertulis khamaniya-Red) alaf alheim ee huwa hiya ta I dunna kullu annukhud arbain milyar cash
0797: E he
3535: Laham to allaf
0797: Hiya turid kam turid e
3535: Ya
0797: Ee tahil kam tsamania fakod
3535: Kalau bisa asyara dua puluh ribu tiga puluh ribu tapi yang yang riil yang dia mau masukkan itu adalah lapan ribu
0797: Ya. ya oke. Jadi itu ada dua ya
3535: Hee
0797: Ada dua ee ada dua hal. Pertama dia harus meyakinkan menteri
3535: Iyak
0797: Tentang teorinya itu yang itu bahwa data BPS itu tidak benar
3535: Iyak. Iyak
0797: Dan bahwa swasembada itu mengancam ketahanan daging kita di dalam negeri
3535: Iyak
0797: Eee. Ee itu kalau bisa dia bawa-bawa data
3535: Ada ada sudah siap
0797: He eh terus kemudian. Ee baru yang kedua
3535: Ee

...................

3535: Iya
0797: Kalau besok pagi-pagi bisa nggak dia kira-kira?
3535: Dia udah punya data konkrit tentang data BPS, dia udah punya data konkrit tentang swasembada itu, tidak jelas, tidak jelas peruntukannya
0797: Ya ya oke. Ee nanti ana akan minta jadwal pagi, mungkin di rumahnya Pak Menteri atau apa
3535: Besok pagi, thoyib
0797: Ya, nanti pagi-pagi ente
3535: Ya, endu nalat
0797: Ha
3535: Kis nalan arbain milyar ar. Saha
0797: E ro fak de (tidak jelas) faham ya rojulas (tidak jelas) laila laila tamurro alaiyaa fil mator
3535: Thoyib ana hud ka fil mator laila mubasyaroh
0797: Makasih
3535: Fillah
0797: Ana tak faham ana jik ra (tidak jelas)
3535: Khulud SJ Cruiser itu jangan diisi premium, rusak itu
0797: Enggak enggak. Ya Pertamax Pertamax
3535: Ana sudah bilang si sapa namanya si Imron, Imron kamu pegang jerigen dua tiga biji untuk anu cadangan kalau dia kosong di tengah jalan nggak ada itu pompa bensin harus isi Pertamax
0797: Sudah-sudah
3535: Langsung but



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nwk/asy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close