Detik.com News
Detik.com

Jumat, 17/05/2013 05:43 WIB

Tolong! Balita di Depok Menderita Kanker Mata dan Butuh Biaya Operasi

Ahmad Toriq - detikNews
Tolong! Balita di Depok Menderita Kanker Mata dan Butuh Biaya Operasi Ananda Nafisah Putri (Foto: Portalinfaq)
Jakarta - Ananda Nafisah Dafa Putri, balita berusia 4 tahun itu tak bisa menikmati keceriaan seperti anak seumurannya. Penyebabnya tak lain karena kanker yang membuat mata kirinya membesar hingga hampir menutupi separuh wajah.

Anak kuli bangunan ini mengidap kanker mata sejak delapan bulan lalu. Ananda saat itu merasa matanya hanya perih. Namun karena pengetahuan dan penghasilan orang tuanya yang terbatas, Ananda hanya diobati dengan obat tetes mata yang dibeli dari warung.

"Orang tua Ananda penghasilannya hanya cukup untuk makan, hanya memberikan obat tetes yang dibeli di warung untuk mengobati anaknya," kata Slamet Widodo, Marketing Manager Yayasan Portalinfaq yang membantu pengobatan Ananda, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (17/5/2013).

Tiga bulan kemudian, mata Ananda mulai membengkak sehingga keluar dari kelopak matanya. Dokter Puskesmas yang memeriksa mata Ananda mengatakan bahwa Ananda menderita kanker mata dan harus diobati di rumah sakit besar.

Kondisi Ananda membuat kedua orang tuanya panik. Penghasilan mereka tak cukup untuk mengobati bocah malang itu.

"Ayah Ananda Nafisah sangat bingung sekali dengan kondisi saat ini, karena keluarganya baru saja beberapa bulan ini numpang ke rumah mandornya," tutur Slamet.

Keluarga Ananda Nafisah saat ini sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan. Saat ini mereka tinggal di RT2 RW2, Tapos, Cilangkap, Depok.

Bagi anda yang tergerak hatinya untuk membantu Ananda bisa menghubungi Yayasan Portalinfaq ke (021) 72786073 atau ke 081806168545 dan 081213400864 untuk mendapat keterangan mengenai kondisi Ananda.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(trq/vid)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%