detikcom
Kamis, 16/05/2013 07:43 WIB

Kemenakertrans Selidiki Penyebab Longsor di Terowongan PT Freeport

Nur Khafifah - detikNews
Jakarta - Proses evakuasi korban runtuhnya terowongan bawah tanah di PT Freeport masih terus berlangsung. Pihak Kemenakertrans turut berupaya membantu proses tersebut.

“Kita masih fokus pada upaya-upaya pencarian dan penyelamatan para korban yang masih tertimbun di lokasi," ujar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (15/5/2013).

Menurut Muhaimin, selain upaya penyelamatan, pihaknya juga fokus menyelidiki penyebab kecelakaan kerja yang terjadi. "Apakah kecelakaan itu akibat human error ataukah murni peristiwa bencana alam," tuturnya.

Pihaknya juga mengaku masih berkoordinasi dengan Kepolisian, Dinas Tenaga kerja Papua Barat dan Kementerian ESDM untuk mempercepat upaya penyelamatan dan menyelidiki penyebab utama terjadinya kecelakaan. Ia juga telah menginstuksikan Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (PPK) untuk mengambil langkah-langkah terkait kecelakaan kerja freeport ini.

“Kita terus membantu dan mengawal proses evakuasi di lokasi kejadian. Bahkan untuk mempercepat proses evakuasi dan menyelidiki penyebab kecelakaan, dari pusat dilaporkan telah mengirimkan 3 orang instruktur tambang yang ahli menangani kasus serupa ini," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga memastikan seluruh korban longsor terowongan yang terletak di Timika, Papua Barat tersebut akan mendapatkan santunan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita pastikan para korban baik yang meninggal dunia ataupun mengalami luka-luka pasti mendapat santunan asuransi," ucap Muhaimin.

Hingga saat ini dilaporkan 4 orang meninggal dunia dan 10 orang mengalami cidera dan luka-luka. Sedangkan 25 orang diperkirakan masih terjebak dan masih dalam proses evakuasi penyelamatan.


(kff/mpr)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%