Detik.com News
Detik.com
Rabu, 15/05/2013 00:27 WIB

Debat Cagub Jateng, Panelis: Program Semua Paslon Belum Fokus

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Debat Cagub Jateng, Panelis: Program Semua Paslon Belum Fokus Debat cagub Pilgub Jateng. (Angling/detikcom)
Semarang - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar debat cagub dan cawagub Jawa Tengah 2013. Dalam acara yang digelar di gedung Prof Sudarto Universitas Diponegoro Semarang tersebut, panelis kembali menilai kurang fokusnya program-program para pasangan calon.

Salah satu panelis, Pengamat Ekonomi Undip, Prof DR FX Sugiyanto mengatakan pertanyaan yang dilemparkan oleh panelis masih dijawab para paslon dengan normatif.

"Saya melihat ada yang kurang fokus, saya harap ada progam yang fokus mengatasi masalah Jateng," kata FX Sugiyanto usai acara debat di gedung Prof Sudarto Undip, Semarang, Selasa (14/5/2013).

Sugiyanto menambahkan dalam memberikan pertanyaan seputar ekonomi, beberapa permasalahan yang ada di Jawa Tengah dan menanyakan jalan pemecahannya, namun tiga paslon memberikan jawaban yang kurang memuaskan.

"Banyak yang mengarah ke substansi. Ada yang relatif tapi ada yang agak bingung," tandasnya.

Dalam debat tersebut sempat ditanyakan mengenai langkah pemberantasan korupsi bagi pasangan calon jika nantinya terpilih. Dimulai dari nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko, mereka akan membuat satgas anti korupsi di lingkungan pemerintahan provinsi.

"Keberanian membuat satgas anti korupsii di pemerintah provinsi meskipun sangat beresiko. Apabila ada pejabat terlibat korupsi maka harus mundur atau dipecat," ujarnya.

Pasangan nomor urut 2, Bibit Waluyo-Sudijono Sastroatmodjo lebih menekankan pada perbaikan perencanaan pembangunan jika ingin menekan laju korupsi.

"Perencanaan pembangunan harus benar, evaluasi juga benar agar jika ada penyimpangan bisa terlihat," ujar Bibit.

Sementara pasangan nomor urut 1, Hadi Prabowo-Don Murdono akan melakukan pengawasan pada transparansi akuntabilitas. "Sesuai perundang-undangan, transparansi akuntabilitas dengan pengawasan," tegasnya.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(alg/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%