detikcom
Selasa, 14/05/2013 10:41 WIB

PPATK: Motif Fathanah Alirkan Uang ke 20 Perempuan Harus Diungkap KPK

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) sudah melacak data aliran transaksi Ahmad Fathanah. Tersangka pencucian uang dan suap izin sapi impor itu diketahui mengalirkan uang ke 20 perempuan.

"Penyidik harus menggali apa latar belakang pemberian uang tersebut," jelas Ketua PPATK M Yusuf saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (14/5/2013).

Data 20 perempuan itu sudah disampaikan ke KPK. Permintaan soal aliran dana Fathanah memang datang dari KPK. Diketahui beberapa perempuan juga sudah dipanggil dan mengembalikan uang ke KPK.

Ayu Azhari mengembalikan uang ke KPK, kemudian KPK menyita Honda Jazz dan jam tangan mewah dari Vitalia Shesya. KPK juga menyita gelang mewah dari Tri Kurnia, serta mobil dari Sefti Sanustika istrinya.

Ada lagi nama baru Dewi Kirana, KPK sudah memanggil penyanyi dangdut itu pada Senin (13/5) lalu. Tapi Dewi tak datang.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ndr/gah)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%