detikcom
Selasa, 14/05/2013 09:48 WIB

Jenazah Pelempar Bom di Tasik Diautopsi di RS Sartika Asih Bandung

Baban Gandapurnama - detikNews
Lokasi pelemparan bom rakitan di Tasikmalaya (Foto: Kristiadi/detikcom)
Bandung - Jenazah pria pelempar bom rakitan dan penusuk seorang anggota Polantas Tasikmalaya diautopsi di RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung. Sebelumnya tengah malam kemarin, jasad pria tanpa identitas itu dibawa dari RSUD Tasikmalaya.

"Subuh tadi, sekitar jam tiga jenazah sampai ke rumah sakit ini," jelas salah satu anggota polisi yang enggan disebut namanya saat ditemui di RS Sartika Asih, Jalan Moch Toha, Kota Bandung, Selasa (14/5/2013).

Polisi menembak mati pelaku penusukan anggota satuan lalu lintas Polres Tasikmalaya Kota, Aiptu Widartono. Sebelum aksi penusukkan itu, pelaku sempat melemparkan bom rakitan ke pos polisi Mitra Batik, Senin (13/5/2013) malam.

Bom rakitan itu tidak sempat meledak dan sudah diamankan oleh Gegana Polda Jawa Barat. Bom rakitan tampak utuh masih ada kabel, lempengan elektronik dan jam.

Briptu Wahyu, rekan Widartono yang menembak pelaku hingga tewas menjelaskan kronologi kejadian. Saat itu, ia dan Widartono sedang mengatur lalu lintas di Pos Polisi Mitra Batik, Kelurahan Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Tiba-tiba seorang pria melemparkan sebuah benda ke arah pos polisi. Mereka berdua pun langsung mengejar pelaku. Kejar-kejaran pun tak terhindarkan.

Namun dalam pengejaran tersebut, pelaku masuk jalan buntu di parkiran motor Yogya Mitra Batik. Sesampainya di lokasi, Widartono dan pelaku saling menodongkan senjata. Akan tetapi senjata yang dimiliki pelaku tidak meletus. Saat Widartono hendak mengamankan senjata, pelaku menyerang dengan golok. Widartono pun terkena sabetan dan tusukan hingga jatuh.

Briptu Wahyu yang hendak menolong Widartono kemudian ditodong senjata oleh pelaku. Namun senjata tersebut macet. Wahyu pun langsung menembak pelaku sebanyak dua kali.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bbn/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%