detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 03:14 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 14/05/2013 09:48 WIB

Jenazah Pelempar Bom di Tasik Diautopsi di RS Sartika Asih Bandung

Baban Gandapurnama - detikNews
Lokasi pelemparan bom rakitan di Tasikmalaya (Foto: Kristiadi/detikcom)
Bandung - Jenazah pria pelempar bom rakitan dan penusuk seorang anggota Polantas Tasikmalaya diautopsi di RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung. Sebelumnya tengah malam kemarin, jasad pria tanpa identitas itu dibawa dari RSUD Tasikmalaya.

"Subuh tadi, sekitar jam tiga jenazah sampai ke rumah sakit ini," jelas salah satu anggota polisi yang enggan disebut namanya saat ditemui di RS Sartika Asih, Jalan Moch Toha, Kota Bandung, Selasa (14/5/2013).

Polisi menembak mati pelaku penusukan anggota satuan lalu lintas Polres Tasikmalaya Kota, Aiptu Widartono. Sebelum aksi penusukkan itu, pelaku sempat melemparkan bom rakitan ke pos polisi Mitra Batik, Senin (13/5/2013) malam.

Bom rakitan itu tidak sempat meledak dan sudah diamankan oleh Gegana Polda Jawa Barat. Bom rakitan tampak utuh masih ada kabel, lempengan elektronik dan jam.

Briptu Wahyu, rekan Widartono yang menembak pelaku hingga tewas menjelaskan kronologi kejadian. Saat itu, ia dan Widartono sedang mengatur lalu lintas di Pos Polisi Mitra Batik, Kelurahan Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Tiba-tiba seorang pria melemparkan sebuah benda ke arah pos polisi. Mereka berdua pun langsung mengejar pelaku. Kejar-kejaran pun tak terhindarkan.

Namun dalam pengejaran tersebut, pelaku masuk jalan buntu di parkiran motor Yogya Mitra Batik. Sesampainya di lokasi, Widartono dan pelaku saling menodongkan senjata. Akan tetapi senjata yang dimiliki pelaku tidak meletus. Saat Widartono hendak mengamankan senjata, pelaku menyerang dengan golok. Widartono pun terkena sabetan dan tusukan hingga jatuh.

Briptu Wahyu yang hendak menolong Widartono kemudian ditodong senjata oleh pelaku. Namun senjata tersebut macet. Wahyu pun langsung menembak pelaku sebanyak dua kali.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bbn/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%