detikcom

Senin, 13/05/2013 10:03 WIB

Bos Gerakan Separatis Papua Pidato di Australia, RI Harus Protes Keras

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Pemimpin gerakan Papua Barat merdeka Benny Wenda muncul di Sydney, Australia dan berpidato meminta bantuan negeri Kangguru untuk memerdekakan wilayah yang diperjuangkannya itu. Pemerintah RI harus berani menindak tegas, meminta Australia mengambil langkah berani.

"Bahwa pemerintah Indonesia sendiri harus menyikapi Benny Wenda atau gerakan separatis yang lain. Langkah-langkah diplomatis harus diambil, bisa itu memprotes atau yang lain," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR Ramadhan Pohan dalam perbincangan Senin (13/5/2013).

Ramadhan juga meminta negara-negara tetangga untuk sensitif terhadap persoalan separatisme. Menurutnya, negara tetangga tidak akan berani 'macam-macam' jika pemerintah berani mengambil sikap tegas.

"Australia atau negara sahabat manapun harus sensitif terhadap persoalan Indonesia," kata Ramadhan.

Jika nantinya, Australia memberikan dukungan kepada Benny Wenda, Ramadhan meminta pemerintah untuk tegas memutuskan hubungan diplomatik dengan negeri Kangguru.

"Jika nantinya memang Australia membantu, pemerintah harus tegas memotong hubungan diplomatik. Karena NKRI itu harga mati," kata anggota DPR yang bermitra kerja dengan Kemenlu dan membawahi persoalan internasional ini.

Benny ditahan pada tahun 2002 dengan dugaan tindakan kriminal, melakukan serangan di Abepura, yang menewaskan seorang polisi. Ketika Benny menjalani persidangan, dia melarikan diri dan dengan dibantu oleh aktivis Papua Barat merdeka, dia berhasil masuk ke wilayah Papua Nugini.

Pada tahun 2003 dia mendapatkan suaka dari pemerintah Inggris. Di Inggris dia mendirikan gerakan Papua Barat merdeka.

Pada 9 Mei lalu muncul video di Youtube, Benny tengah berpidato di depan ratusan hadirin di panggung acara TedX Sydney 2013 di The University of Sydney. Benny berorasi didampingi pengacaranya, Jennifer Robinson yang berbicara mendiskreditkan Indonesia.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(fjp/nwk)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%