Sabtu, 11/05/2013 20:10 WIB

Puluhan Rumah Rusak Diterjang Ombak Tinggi di Sibolga Sumut

Khairul Ikhwan - detikNews
Jakarta - Sekitar 20 rumah rusak dihantam ombak laut yang bergejolak karena cuaca buruk di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun sebagian pemilik rumah terpaksa mengungsi.

Terjangan ombak laut yang kuat mulai mengenai rumah warga yang berada di bibir pantai sejak beberapa hari terakhir. Tetapi kondisinya semakin mengkhawatirkan pada Sabtu (11/5/2013) dinihari hingga pagi. Jangkauan ombak itu cukup jauh karena dipicu tingginya gelombang di kawasan tengah laut. Ketinggiannya antara dua hingga tiga meter lebih.

Rumah-rumah yang terkena hantaman ombak itu, masing-masing berada di Kelurahan Pasar Belakang dan Kelurahan Kota Beringin di Kecamatan Sibolga Kota, serta Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara. Tingkat kerusakan bervariasi tergantung jarak rumah dari tepian laut.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemko Sibolga, Saut Parapat menyatakan, tidak ada korban dalam bencana ini. Sebagian besar warga yang rumahnya terkena hantaman ombak itu sudah diungsikan. Mereka ditempatkan pemerintah di Islamic Center di Jalan S Parman.

"Penampungan sementara sudah kita buat di sana, kebutuhan pangan mereka juga sudah disediakan," kata Parapat kepada wartawan di Sibolga malam ini.

Untuk penanganan selanjutnya, kata Parapat, akan melihat perkembangan keadaan. Bantuan perbaikan rumah warga dapat saja dilakukan jika memang memungkinkan. Diharapkan cuaca dapat segera membaik sehingga warga dapat beraktivitas seperti biasa.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rul/ahy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%