Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 11/05/2013 14:47 WIB

Klewang Rekrut Preman Residivis Jadi Panglima Geng Motor di Pekanbaru

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Klewang Rekrut Preman Residivis Jadi Panglima Geng Motor di Pekanbaru
Pekanbaru - Klewang (57) merekrut residivis untuk menjadi anak buahnya. Mereka dijadikannya panglima geng motor pimpinannya di Pekanbaru, Riau. Aksi kejahatannya mulai dari pemerkosaan, perampokan, hingga kekerasan lainnya.

"Panglima di geng motor harus residivis. Mereka dididik Klewang untuk melakukan aksi kejahatan, mulai curanmor sampai memperkosa korbannya," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar saat ditemui detikcom, Sabtu (11/5/2013).

Ada 5 panglima yang menjadi anak buah Klewang. Para panglima ini membawahi puluhan anak buah. "Klewang yang memanggil nama mereka," imbuhnya.

Adang menegaskan, para panglima ini mengatur aksi kejahatan. Yang terakhir Klewang dan 5 panglimanya memperkosa ABG yang tengah berpacaran. ABG itu diperkosa bergiliran bersama para panglima dan Klewang.

Polisi sudah membekuk Klewang. Namun ada beberapa panglima geng motor itu yang masih diburu.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(cha/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%