detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 13:56 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 11/05/2013 13:24 WIB

Kuota Beasiswa Bidik Misi Ditambah Menjadi 40 Ribu Mahasiswa Baru

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Ilustrasi SNMPTN
Jakarta - Kabar baik bagi anda yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Pemerintah menambah kuota beasiswa Bidik Misi yang sebelumnya disediakan untuk 30 ribu mahasiswa baru menjadi 40 ribu mahasiswa baru.

"Jadi kuota Bidik Misi tahun lalu angkanya 30 ribu mahasiswa baru setahun, kemudian APBN-P ditambah tahun ini sudah ada anggaran untuk distribusi 40 ribu mahasiswa baru," kata Sekretaris Umum Panitia SNMPTN 2013, Rochmat Wahab, dalam konferensi pers SNMPTN 2013 di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/5/2013).

Wahab menerangkan mahasiswa baru yang mendapat beasiswa Bidik Misi akan terbebas dari segala biaya mulai dari masuk kuliah hingga selesai. Tak ada sepeserpun biaya yang akan dipungut termasuk uang pendaftaran.

"Untuk biaya hidup juga diberikan," tuturnya.

Namun Rochmat masih belum bisa memastikan penambahan kuota beasiswa itu diterapkan tahun ini. Ada kemungkinan pemerintah mengalihkan dananya untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Nah saya tidak tahu apakah APBN-P sudah dilaksanakan, karena ada BBM," ujarnya.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(trq/trq)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%