detikcom

Sabtu, 11/05/2013 13:24 WIB

Kuota Beasiswa Bidik Misi Ditambah Menjadi 40 Ribu Mahasiswa Baru

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Ilustrasi SNMPTN
Jakarta - Kabar baik bagi anda yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Pemerintah menambah kuota beasiswa Bidik Misi yang sebelumnya disediakan untuk 30 ribu mahasiswa baru menjadi 40 ribu mahasiswa baru.

"Jadi kuota Bidik Misi tahun lalu angkanya 30 ribu mahasiswa baru setahun, kemudian APBN-P ditambah tahun ini sudah ada anggaran untuk distribusi 40 ribu mahasiswa baru," kata Sekretaris Umum Panitia SNMPTN 2013, Rochmat Wahab, dalam konferensi pers SNMPTN 2013 di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/5/2013).

Wahab menerangkan mahasiswa baru yang mendapat beasiswa Bidik Misi akan terbebas dari segala biaya mulai dari masuk kuliah hingga selesai. Tak ada sepeserpun biaya yang akan dipungut termasuk uang pendaftaran.

"Untuk biaya hidup juga diberikan," tuturnya.

Namun Rochmat masih belum bisa memastikan penambahan kuota beasiswa itu diterapkan tahun ini. Ada kemungkinan pemerintah mengalihkan dananya untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Nah saya tidak tahu apakah APBN-P sudah dilaksanakan, karena ada BBM," ujarnya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(trq/trq)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%