detikcom
Sabtu, 11/05/2013 13:16 WIB

Klewang Raja Geng Motor Miliki 5 Panglima, Mereka yang Ikut Memperkosa

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Klewang (57) adalah raja geng motor di Pekanbaru yang pemerkosa ABG. Dia hanya mengizinkan yang boleh ikut memperkosa dengan jabatan panglima di kelompoknya.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (11/5/2013) di Pekanbaru. Kapolresta menjelaskan, bahwa korban perkosaan itu adalah seorang ABG yang lagi pacaran di Stadion Utama Riau, di kawasan komplek Kampus Universitas Riau (UR).

"ABG itu diperkosa empat orang, satu di antaranya Klewang. Raja geng motor ini orang pertama yang memperkosa korbannya dihadapan anggota geng motornya," kata Adang.

Masih menurut Adang, pelaku pemerkosaan itu jumlahnya 6 termasuk Klewang. Sedangkan 5 orang lagi status jabatannya sebagai panglima. Dari jumlah panglima itu, 3 orang diizinkan untuk memperkosanya, sedangka dua panglima lagi orang yang memegangi korbannya.

"Memang biadab prilaku mereka ini. Korbannya mereka perkosa dengan sengaja dipertontonkan dihadapan anggotanya," kata Adang.

Kini sebagian kelompok geng motor dibawah raja Klewang sudah diamankan. Kemarin ada 50 orang diamankan. Dari sana polisi melakukan pemeriksaan intensif soal keterlibatan mereka baik langsung maupun tidak langsung.

"Siapapun yang terlibat dalam kasus ini akan kita proses sesuai dengan aturan yang berlaku. Kita masih memburu pelaku perkosaan itu," tutup Adang.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(cha/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
52%
Kontra
48%