Detik.com News
Detik.com

Sabtu, 11/05/2013 12:52 WIB

Hari ke-208 Jokowi

Ahok: Mendagri Salah Paham, Semua e-KTP Bisa Difotocopy

Sukma Indah Permana - detikNews
Ahok: Mendagri Salah Paham, Semua e-KTP Bisa Difotocopy
Jakarta - Sama seperti Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga memfotocopy e-KTP. Kata Ahok, semua e-KTP bisa difotocopy.

"E-KTP, Beliau hanya salah paham saja. Itu semua bisa difotocopy," kata Ahok di Mal Ciputra, Jakarta Barat, Sabtu (11/5/2013).

Ahok mengatakan staf ahli Mendagri Bidang Hukum, Politik, dan Hubungan Antarlembaga, Reydonnyzar Moenek, seharusnya memberitahu ke Mendagri Gamawan Fauzi bahwa e-KTP tidak perlu difotocopy lagi karena ada cardreader.

"Maksudnya, Beliau kasih tahu ke Pak Mendagri, bahwa tidak perlu fotocopy lagi karena bacanya pakai cardreader. Jadi kalau kamu ngurus surat, nggak perlu fotocopi tinggal dicolokin card reader. Cuma mungkin beliau terlalu canggih. Menanggapinya nggak perlu difotocopy. Padahal, kalimatnya tidak perlu fotocopy lagi, tinggal dipakai cardreader. Orang kartu kredit difotocopy oke kok," papar Ahok.

Bapak fotokopi e-KTP juga? "Saya fotocopy," jawab Ahok dengan nada tinggi.





Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(aan/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%