Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 11/05/2013 10:20 WIB

Hari ke-208 Jokowi

Ahok Terima Penghargaan Rekor MURI Perakitan Robot

Sukma Indah Permana - detikNews
 Ahok Terima Penghargaan Rekor MURI Perakitan Robot
Jakarta - Di akhir pekan, Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menerima penghargaan rekor MURI perakitan robot dengan peserta terbanyak. 1.000 siswa siswi Taman Kanak-kanak se-Jakarta barat ramai-ramai merakit robot pohon.

Acara pemecahan rekor MURI perakitan robot diikuti siswa siswi dari 112 TK se-Jakarta Barat dan digelar di Mal Ciputra, Jakarta Barat, Sabtu (11/5/2013). Acara ini bertema "Go green campaign with robotic".

Ahok yang didampingi Jaya Suprana membuka acara itu dengan berkeliling sambil menabuh drum. Ahok menyalami siswa siswi yang menyambutnya dengan antusias.

Siswa siswa asyik merangkai robot berbentuk pohon warna hijau.

"Gimana bisa?" kata Ahok.

"Bisa...," sahut siswa-siswi itu.

Tiap peserta diberi buku panduan merangkai robot. "Oh begini cara bikinnya," ujar Ahok yang mengenakan kaos warna merah.

Jaya lalu menyerahkan penghargaan MURI kepada Ahok, Pemkot Jakbar, dan mal Ciputra. "Kemarin diajukan sebagai rekor Indonesia tetapi saya akan ubah menjadi rekor dunia," kata Ahok.





Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(aan/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%