Detik.com News
Detik.com

Kamis, 09/05/2013 18:33 WIB

Tim Gegana Ikut Geledah Kos di Kiaracondong

Tya Eka Yulianti - detikNews
Tim Gegana Ikut Geledah Kos di Kiaracondong Foto: Tya/detikcom
Bandung, - Tim Gegana dari Polda Jawa Barat ikut serta dalam penggeledahan di rumah yang dijadikan tempat kos di Jalan Arum sari 7, Kelurahan Babakansari, Kiara Condong, Bandung. Tim penjinak bom itu datang pukul 17.45 dengan menggunakan 2 unit mobil.

Pantauan detikcom, Kamis (9/5/2013), belasan personil Gegana langsung turun di mobil yang diparkir di pinggir jalan. Personil Gegana yang berseragam serba hitam itu langsung menuju gang masuk menuju rumah kosan milik Ismaya yang berjarak sekitar 20 meter dari pinggir jalan itu.

Aktivitas di dalam rumah tidak bisa terlihat, karena sebagian badan jalan tertutup mobil Gegana. 2 mobil besar itu hanya menyisakan sisa ruang yang bisa dilewati oleh satu orang saja.

Saat ini tidak ada yang bisa mendekat, wartawan hanya bisa berdiri 10 meter dari mobil Gegana. Suasana di sekitar Jl. Arum Sari sontak menjadi ramai, puluhan warga datang untuk melihat apa yang dilakukan tim Gegana di dalam rumah kos-kosan itu.

Di rumah tersebut ada 6 kamar yang disewakan dengan harga Rp 450 ribu per bulannya. Rumah pemilik kosan sendiri berada terpisah yaitu sekitar 1 kilometer dari kosan.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(tya/fdn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%