Kamis, 09/05/2013 12:52 WIB

Kisah Jenderal Tangkap Basah Teroris yang Sembunyi di Kamar Mandi

Baban Gandapurnama - detikNews
Halaman 1 dari 2
Lokasi penggerebekan (Tya/ detikcom)
Jakarta - HR tak berkutik sembari mengangkat kedua tangan. Terduga teroris Bandung ini berjam-jam meringkuk di bak mandi menghindari serbuan peluru Tim Densus 88. Tiga terduga teroris lainnya, Budi Syarif alias Angga, Sarene, dan Jonet, ditembak mati lantaran melawan pasukan antiteror.

Polisi menggeruduk persembunyian terduga teroris di sebuah rumah kontrakan, kawasan Batu Rengat, RT 2 RW 8, Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/5) kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB. Tak disangka, penghuni rumah melawan dan memuntahkan peluru ke arah aparat yang mendekat. Petugas pun sejenak mundur.

Mencegah insiden, warga di dekat lokasi penggerebekan diperintahkan menjauh. Benar saja, saling tembak polisi dan terduga teroris pun tak terhindarkan.

Polisi mencoba memancing buruannya dengan melempar bom asap yang memedihkan mata. HR menghindar dan terpisah dengan tiga rekannya yang berkumpul dalam satu rumah kontrakan berukuran 3 x 6 meter. Rupanya HR diam-diam menyelinap ke rumah orang lain yang berada sekitar 15 meter di depan sebelah kanan kontrakan tiga rekannya berlindung.

"Dia (HR) masuk kamar mandi dan bersembunyi dalam bak. Sembunyinya sejak siang hingga sore," ucap sumber aparat penegak hukum saat berbincang dengan detikcom, Kamis (9/5/2013).

Menurut sumber, diperkirakan HR bersembunyi di bak mandi selama 3,5 jam atau sejak pukul 11.30 WIB hingga 15.00 WIB. HR nyaris luput dari amatan. Awalnya HR disangka masih begabung bersama tiga rekannya tersebut. Baku tembak terus berlangsung, HR pun merasa 'aman' dalam bak mandi.

Kisah HR akhirnya terkuak setelah Wakapolri Komjen Nanan Sukarna datang ke lokasi penggerebekan. Nanan tiba sekitar pukul 15.15 WIB atau sesaat usai azan Salat Asar. Jenderal bintang tiga tersebut sempat meminta terduga teroris menyerahkan diri. Ia berulang kali berucap melalui alat pelantang suara. Imbauan tidak tiga digubris. Tiga teroris melepaskan tembakan dan melempar dua bom pipa. Tim Densus dibantu Brimob Polda Jabar mengepung dari segala penjuru mata angin.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%