detikcom
Rabu, 08/05/2013 14:41 WIB

Kapolri: Teroris di Bandung Terkait Penangkapan di Jalan Bangka

Rivki - detikNews
Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo berharap tidak ada korban jiwa menyusul baku tembak polisi dan terduga teroris di RT2/RW8 Batu Rengat, Cigondewah Hilir, Marga Asih, Kabupaten Bandung. Ia berpendapat penggerebekan itu terkait dengan penangkapan teroris di Jakarta.

"Tentunya ini pengembangan penangkapan yang terjadi kemarin dan sekarang titiknya ada di sekitar Bandung," kata Kapolri di kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2013).

Menurut dia, belum ada korban dalam penggerebekan di Bandung. Masyarakat sekitar juga sudah diungsikan. "Tetapi masih terus dihitung dengan kemungkinan korban yang sangat minim," ujar dia.

Ia mengatakan barang bukti masih dilakukan pendalaman "Tentunya semua dalam penilaian," kata dia.

Polisi dan 4 terduga teroris di RT2/RW8 Batu Rengat, Cigondewah Hilir, Marga Asih, Kabupaten Bandung.

Sebelumnya polisi melakukan penangkapan dua terduga teroris yaitu Zainal alias Asep dan Ovie di Benhil. Dari penangkapan ini, polisi menggeledah rumah di Jalan Bangka II F, Kemang, Jakarta Selatan, dan menyita 5 buah bom pipa siap ledak.

Densus 88 juga menggerebek rumah di Jalan Kenanga 4 nomor 61, RT 05/ RW 03, Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang Kota, Tangerang Selatan, pukul 02.40 WIB, Jumat (3/3/2013).

Densus tak menemukan SI (23) orang yang diduga terkait kawanan teroris yang ditangkap sebelumnya.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(aan/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
62%
Kontra
38%