Detik.com News
Detik.com

Selasa, 07/05/2013 17:45 WIB

Setelah Vitalia, Ada Perempuan Bernama Tri Kurnia Puspita Terkait Fathanah

Rina Atriana - detikNews
Setelah Vitalia, Ada Perempuan Bernama Tri Kurnia Puspita Terkait Fathanah
Jakarta - Tidak berhenti sampai di Vitalia Sesha, ada nama perempuan lain terkait tersangka pencucian uang Ahmad Fathanah. KPK merilis nama baru yakni Tri Kurnia Puspita. Siapa dia?

"Dia mengaku temannya AF," kata juru bicara KPK Johan Budi di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (7/5/2013).

Tri Kurnia kini tengah menjalani pemeriksaan di KPK. Johan tak menjelaskan, bagaimana keduanya bisa kenal dan sebatas mana pertemanannya.

"Tadi yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi. Terkait TPPU yang dilakukan oleh AF," jelas Johan.

Fathanah sudah ditahan KPK. Dia dibidik atas dua kasus yakni pencucian uang dan suap sapi impor. Selain Tri Kurnia, perempuan yang pernah diperiksa terkait Fathanah yakni Ayu Azhari, Maharany Suciyono, Vitalia, dan Tri Kurnia.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rna/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

'Bersihkan' Gelar Palsu, Periksa Semua Ijazah Anggota DPR!

Anggota DPR Fraksi Hanura Frans Agung Mula Putra dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait dugaan gelar doktor palsu. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bersikap tegas meminta ijazah semua anggota DPR diperiksa. Bila Anda setuju dengan usulan Fahri Hamzah, pilih Pro!
Pro
97%
Kontra
3%