detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 11:20 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 07/05/2013 11:28 WIB

Trah Soekarno Perkuat Caleg PDIP Hadapi Pemilu 2014

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - PDI Perjuangan tak pernah lepas dari trah Soekarno. Di Pemilu 2014 mendatang keturunan Presiden RI pertama, Soekarno, maju sebagai caleg PDIP.

Putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, kembali nyaleg di Pemilu 2014. Puan yang saat ini menjabat sebagai Ketua FPDIP DPR akan nyaleg dengan nomor urut 1 di daerah pemilihan Jateng V yang meliputi Kota Solo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Boyolali.

Sementara adik Megawati, Guruh Soekarnoputra, kembali nyaleg dari PDIP. Guruh yang terdaftar sebagai anggota Komisi X DPR periode 2009-2014 ini kembali nyaleg dengan nomor urut 1 di Dapil Jatim I yang meliputi Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.

Putri Guntur Soekarnoputra, Puti Guntur Soekarno, nyaleg dengan nomor urut 2 di dapil Jabar X. Puti saat ini terdaftar sebagai anggota Komisi X DPR.

Sementara suami Megawati, Taufiq Kiemas, tak lagi nyaleg. Ketua MPR RI ini mewakilkan kepada adiknya, Nazaruddin Kiemas menjadi caleg. Nazaruddin menjadi caleg PDIP nomor urut 1 dari dapil Sumsel I.

Selama ini trah Soekarno mulus melenggang ke Senayan. Apakah trah Soekarno akan kembali beruntung dan duduk di kursi DPR, menjadi simbol PDIP di Senayan di Pemilu 2014 mendatang?


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(van/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
0%
Kontra
100%