detikcom
Selasa, 07/05/2013 09:02 WIB

2 Roket Ditembakkan dari Suriah ke Israel

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi (AFP)
Tel Aviv - Ketegangan antara Israel dan Suriah kian meningkat. Dua roket ditembakkan dari Suriah dan jatuh di wilayah Golan Height yang diduduki Israel. Tidak ada korban jiwa akibat serangan yang terjadi beberapa hari setelah serangan udara Israel ke Suriah.

Juru bicara militer Israel menyatakan, roket tersebut jatuh dan meledak di sebuah lapangan yang ada di dekat garis gencatan senjata di wilayah Golan bagian selatan. Tidak diketahui pasti siapa yang melancarkan roket ini.

Seperti dilansir AFP, Selasa (7/5/2013), Israel menduga roket ini berkaitan dengan situasi yang tengah terjadi di Suriah. Israel meyakini, roket ini tidak ditargetkan langsung ke wilayahnya.

"Militer Israel menyisir lokasi jatuhnya roket dan memberitahu pasukan PBB yang ada di Golan," ucap juru bicara militer Israel yang enggan disebut namanya tersebut.

Serangan roket ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat antara kedua negara, terutama pasca serangan-serangan udara Israel ke wilayah Damaskus, Suriah pada Jumat (3/5) dan Minggu (5/5) kemarin.

Suriah dengan terang-terangan menuding Israel sengaja menyatakan deklarasi perang terhadapnya. Suriah bahkan menegaskan akan melakukan serangan balasan.

Menanggapi pernyataan Suriah tersebut, Israel belum secara resmi membenarkan serangan udara tersebut dilakukan olehnya. Meskipun anggota parlemen senior Israel, Tzachi Hanegbi telah mengomentari isu tersebut.

Hanegbi yang juga orang kepercayaan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ini menegaskan, segala macam aktivitas yang dilakukan pihaknya di Suriah tidak bertujuan untuk melengserkan rezim Presiden Bashar al-Assad. Melainkan ditujukan bagi kelompok Hizbullah yang dicurigai akan menggunakan senjata kimia Suriah.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nvc/ita)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
65%
Kontra
35%