detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 21:56 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 04/05/2013 04:01 WIB

Setelah KPK Mengumumkan, Ayu Azhari pun Akui Terima Uang dari Fathanah

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Ayu Azhari yang sejak awal bersikukuh tidak menerima uang sepeserpun dari Ahmad Fathanah akhirnya bicara blak-blakan. Setelah KPK memberi penjelasan lebih dulu, pihak Ayu Azhari mengakui pernah menerima uang dari tersangka kasus suap impor daging itu.

"Jadi memang betul ada penerimaan uang. Kami memang menunggu KPK untuk mengumumkan terlebih dahulu. Bukan menyembunyikan, bukan," kata kuasa hukum Ayu, Fahmi Bachmid Jumat (3/5/2013) malam.

KPK pada Jumat malam tadi menyatakan Ayu dalam pemeriksaan menyerahkan uang senilai Rp 20 juta dan US$ 1.800. Uang tersebut diterima oleh Ayu dari Ahmad Fathanah.

"Penyerahan kepada penyidik itu atas inisiatif Ayu sendiri. Kami menunggu mengumumkan karena ini kan sudah substantif, KPK lebih berhak," kata Fahmi.

Uang tersebut diterima Ayu dalam empat tahap. Fahmi menjelaskan, pemberian uang itu terdiri dari pemberian pertama sebesar 800 dolar AS, tahap kedua sebesar 1.000 dolar AS dan tahap ketiga sebesar Rp 10 juta. Pemberian uang dalam tiga tahap ini diberikan secara tunai oleh Fathanah.

Sedangkan pada pemberian terakhir sebesar Rp 10 juta, Fathanah mengirimkannya melalui rekening salah seorang anak Ayu Azhari. Pemberian uang ini dilakukan selama empat kali pertemuan di beberapa tempat seperti di Plaza Senayan dalam jangka waktu antara 4-9 Desember 2012.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(rni/fjp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%