Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 04/05/2013 03:40 WIB

Selama 3 Bulan, Buruh Disekap di Pabrik Kuali di Tangerang

Rini Friastuti - detikNews
Halaman 1 dari 2
Selama 3 Bulan, Buruh Disekap di Pabrik Kuali di Tangerang
Jakarta - Polisi yang bekerja sama dengan Komnas HAM dan LSM Kontras melakukan penggrebekan dan penyegelan terhadap pabrik kuali di Tangerang. Buruh yang bekerja di pabrik tersebut diperlakukan layaknya seorang budak. Mereka tak bisa keluar, disekap di dalam pabrik.

"Selama bekerja sejak Januari hingga April tidak pernah ganti baju, tidak dibayar dan dikurung di dalam pabrik," ujar Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila, dalam pernyatannya Sabtu (4/5/2013).

Polisi melakukan penggrebekan terhadap pabrik tersebut pada Jumat (3/5) siang. Dari penggrebekan itu, polisi menemukan 46 buruh yang disekap.

"Operasi itu menyelamatkan 46 buruh pabrik ilegal yang berada di Kotabumi, Tangerang. Hingga sekarang masih dilakukan pemeriksaan terhadap saksi korban dan pelaku di Polres Tangerang," kata Siti.

Praktek 'perbudakan' di pabrik yang beralamat di Kampung Bayur Opak RT 03/06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang tersebut terkuak setelah dua buruh yang bekerja di pabrik itu berhasil melarikan diri. Andi Gunawan (20) dan Junaidi (22) kabur setelah 3 bulan dipekerjakan dengan tidak layak.

"Pada 2 Mei 2013, Komnas HAM mendapat laporan "praktek perbudakan" dari dua pemuda yang berasal dari Lampung Utara. Mereka diajak bekerja ke Tangerang oleh orang yang tidak dikenal sebelumnya. Mereka dijanjikan akan dipekerjakan di perusahaan dengan gaji Rp 700 ribu per bulan," ujar Siti.

Sesampainya di Tangerang, Andi dan Junaidi dipasrahkan ke orang lain yang membawa mereka ke pabrik pembuat kuali itu. Di sana, tas Andi dan Junaidi yang berisi baju, dompet dan handphone diambil oleh petugas keamanan.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rni/fjp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%