Detik.com News
Detik.com

Jumat, 03/05/2013 20:37 WIB

Tabrakan Karambol di Semarang, Supir Bus Menyerahkan Diri

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Tabrakan Karambol di Semarang, Supir Bus Menyerahkan Diri
Semarang, - Supir bus PO Nugroho yang mengalami kecelakaan dan melibatkan tiga mobil dan delapan motor di Semarang yaitu Susanto (46) masih diperiksa pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Faizal mengatakan hingga saat ini Susanto masih diperiksa di markas satuan lalu lintas Polrestabes Semarang, Jl Ronggolawe.

"Sudah diamankan dan sekarang masih menjalani pemeriksaan," kata AKBP Faizal saat dihubungi wartawan, Jumat (3/5/2013).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.00 di pertigaan Pasar kambing tepatnya di tanjakan Jl Wahidin Semarang. Saat itu bus bernopol H 1574 AG tersebut berjalan dari arah atas (Tanah Putih), diduga akibat rem blong, bus meluncur dan menabrak Livina kemudian melibatkan Jazz. Kemudian bus masuk ke jalur berlawanan dan menabrak sejumlah motor dan akhirnya berhenti setelah beradu dengan mobil sedan Mazda merah dan baliho besar.

Dari data yang diperoleh dari lokasi, supir bus sempat melarikan diri ke arah pasar Peterongan. Namun beberapa saat kemudian ia menyerahkan diri ke pos polisi di Java Mall yang tidak jauh dari lokasi. Susanto pun segera diamankan polisi ke markas satuan lalu lintas Polrestabes Semarang

Dari data RS Roemani semarang teridentifikasi tiga korban meninggal yaitu Adi Nugroho (34), Agus Irvan Sulistyo (50) dan Eko Budiarto (36). Agus adalah pengemudi sedan Mazda yang sempat terjepit, sedangkan Eko merupakan warga Pandeyan, Kebonharjo, RT 4 RW 1 Kebon Agung, Semarang.

RS Roemani merawat 11 korban terluka yakni Suprihatin (35) warga Ngesrep Timur, Semarang, Retno Wilowati (31) warga Jl Kelapa Kopyor, RA Maya Hapsari (47) warga Potrosari, Adinda Putri (12) warga Potorsari, Affandi (55) warga Krobokan, Jenny Indiriawti (53) warga Jl Zebra Raya, Catur Bambang Wijan (49) warga Kesatrian (dirujuk ke RS Elisabet), Siti Munarziroh (44) warga Ngesrep, dan Sri Mulyani (25) warga Perumahan Permata Hijau, Khaela (7) warga Jl Kelapa Kopyor, dan Mr X (dirujuk ke RS Kariad).


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fjp/fjp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%