Detik.com News
Detik.com
Jumat, 03/05/2013 01:48 WIB

Warga Sering Lihat Mobil Box Singgahi Rumah Terduga Teroris di Jl Bangka

Danu Damarjati - detikNews
Warga Sering Lihat Mobil Box Singgahi Rumah Terduga Teroris di Jl Bangka
Jakarta - Rumah terduga teroris yang digrebek polisi di Jalan Bangka II F, Kemang, Jakarta Selatan, kerap didatangi teman-temannya yang mengendarai mobil box. Tetapi karena berkedok jualan galon, warga tidak menaruh curiga.

"Mereka sering didatangi teman-temannya, mereka yang datang bawa mobil box," ujar Ketua RW setempat Diki, di lokasi, Jalan Bangka II F, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2013).

Diki mengatakan daerah tersebut merupakan daerah kost-kostan sehingga pihak RW dan Pihak RT kesulitan untuk mendeteksi siapa saja warga baru yang bermukim di daerah tersebut.

"Menurut keterangan warga, dua orang yang ditangkap baik-baik saja," jelasnya.

Rumah tersebut, lanjut Diki diisi oleh 4 orang. Namun Diki tidak mengenal siapa-siapa saja yang tinggal di rumah yang dijadikan tempat perakitan bom tersebut.

"Yang tinggal di situ 4 orang, 2 laki-laki dewasa, 1 anak kecil dan 1 perempuan," tuturnya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(dnu/rvk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%