detikcom
Rabu, 01/05/2013 18:54 WIB

Dibantu Bupati, 3 Siswi SMP Kakak Beradik yang Jadi Buruh Menangis

Arbi Anugrah - detikNews
Halaman 1 dari 2
Purbalingga - Pantang menyerah menjalani hidup. Prinsip ini dipegang tiga kakak beradik Indah Sari (17), Supriani Astuti (15) dan Juliah (13). Dalam himpitan ekonomi mereka terus bersekolah, sambil bekerja menjadi buruh menyambung hidup.

Perjuangan mereka, yang menjadi buruh cuci dan pembuat bulu mata palsu ini kini lebih mudah untuk sementara. Bupati purbalingga, Heru Sudjatmoko datang langsung untuk mengunjungi keluarga tersebut di Dusun Batur, Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (1/5/2013) dan memberi bantuan.

Kedatangan Bupati Purbalingga ke rumah ketiga saudara tersebut menjadi kisah tersendiri bagi mereka, tidak pernah terlintas sedikitpun jika orang nomor satu di Purbalingga tersebut akan datang dan mengunjungi rumah mereka yang berjarak sekitar 35 kilometer dari pusat kota.

Heru memberikan bantuan berupa beras, mie instan, pakaian sekolah serta uang. Heru tampak terharu melihat ketiga siswi kakak beradik ini.

"Siapa yang memasak," tanya Heru ke Indah Sari.

"Saya pak yang memasak," jawab Indah sambil tersedu.

Terlihat Heru menahan tangis yang kemudian dialihkan dengan menanyakan kabar ibunya Tarmini (40) dan Sayang (5) adiknya yang paling kecil.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(arb/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
66%
Kontra
34%