detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 17:30 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 01/05/2013 08:50 WIB

Masa Transisi, Sidang Permohonan Akta Kelahiran Tetap Dilakukan

Andi Saputra - detikNews
Ridwan Mansyur (ari/detikcom)
Jakarta - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menganulir proses permohonan akta kelahiran lewat pengadilan bagi yang telah lewat 1 tahun. Namun, bagaimana dengan permohonan yang telah diajukan, apakah hari ini tetap disidangkan atau ditolak?

"Terus sidang saja," kata Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA) Ridwan Mansyur kepada detikcom, Rabu (1/5/2013). Masa transisi ini hanya berlaku untuk permohonan yang sudah didaftarkan. Setelah itu pengadilan negeri tidak lagi menerima permohonan baru.

Dalam Pasal 32 ayat 2 UU No 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan berbunyi, pencatatan kelahiran yang melampaui batas waktu 1 tahun dilaksanakan berdasarkan penetapan pengadilan negeri. Atas berbagai pertimbangan matang, MK menghapus pasal itu. Kini pengurusan akta sepenuhnya di tangan pemerintah lewat petugas catatan sipil.

"Masalah tidak dibutuhkan lagi sebagai persyaratan di catatan sipil nggak apa, kan ada status hukum lewat penetapan hakim lebih baik. Siapa tahu untuk keperluan yang lain apalagi dalam amar penetapan tidak menyebut untuk syarat membuat akta lahir," papar hakim Pengadilan Tinggi Jakarta ini.

Selama diadili di pengadilan negeri, MA telah maksimal melakukan proses persidangan akta kelahiran. Seperti menggelar sidang keliling, sidang di daerah terpencil, sidang di atas kapal dan sidang di daerah perbatasan.

"Usul saya, tinggal Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini dinas catatan sipil bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan. Bayi yang lahir di rumah sakit, keluarnya sudah punya akta kelahiran," ujar mantan Ketua Pengadilan Negeri Palembang ini.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(asp/rmd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%