Detik.com News
Detik.com
Rabu, 01/05/2013 08:50 WIB

Masa Transisi, Sidang Permohonan Akta Kelahiran Tetap Dilakukan

Andi Saputra - detikNews
Masa Transisi, Sidang Permohonan Akta Kelahiran Tetap Dilakukan Ridwan Mansyur (ari/detikcom)
Jakarta - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menganulir proses permohonan akta kelahiran lewat pengadilan bagi yang telah lewat 1 tahun. Namun, bagaimana dengan permohonan yang telah diajukan, apakah hari ini tetap disidangkan atau ditolak?

"Terus sidang saja," kata Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA) Ridwan Mansyur kepada detikcom, Rabu (1/5/2013). Masa transisi ini hanya berlaku untuk permohonan yang sudah didaftarkan. Setelah itu pengadilan negeri tidak lagi menerima permohonan baru.

Dalam Pasal 32 ayat 2 UU No 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan berbunyi, pencatatan kelahiran yang melampaui batas waktu 1 tahun dilaksanakan berdasarkan penetapan pengadilan negeri. Atas berbagai pertimbangan matang, MK menghapus pasal itu. Kini pengurusan akta sepenuhnya di tangan pemerintah lewat petugas catatan sipil.

"Masalah tidak dibutuhkan lagi sebagai persyaratan di catatan sipil nggak apa, kan ada status hukum lewat penetapan hakim lebih baik. Siapa tahu untuk keperluan yang lain apalagi dalam amar penetapan tidak menyebut untuk syarat membuat akta lahir," papar hakim Pengadilan Tinggi Jakarta ini.

Selama diadili di pengadilan negeri, MA telah maksimal melakukan proses persidangan akta kelahiran. Seperti menggelar sidang keliling, sidang di daerah terpencil, sidang di atas kapal dan sidang di daerah perbatasan.

"Usul saya, tinggal Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini dinas catatan sipil bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan. Bayi yang lahir di rumah sakit, keluarnya sudah punya akta kelahiran," ujar mantan Ketua Pengadilan Negeri Palembang ini.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asp/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%