Detik.com News
Detik.com
Selasa, 30/04/2013 16:55 WIB

Uang Palsu Senilai Rp 1,2 Triliun Disita dari Perempuan Asal Bogor

Farhan - detikNews
Uang Palsu Senilai Rp 1,2 Triliun Disita dari Perempuan Asal Bogor Foto: Farhan/detikcom
Bogor - Polisi membekuk seorang perempuan asal Bogor, UM alias Nuriyah (46). Di koper besar, mereka menemukan uang palsu asing. Jumlahnya diperkirakan Rp 1,2 triliun lebih.

Terkuaknya pemalsuan ini berawal dari laporan seorang warga yang mengaku mendapat uang palsu Rp 100 ribu dari Nuriyah. Polisi menelusuri laporan itu dan akhirnya menggerebek rumah Nuriyah, di Kp. Legok Muncang Kelurahan Cipake Rt 02/15 Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Minggu (28/4/2013).

"Koper berisi 59.847 lembar uang palsu pecahan mata uang asing dan rupiah senilai Rp 1,2 triliun lebih," kata Kapolres Bogor Kota, AKBP Bahtiar Ujang Purnama, di Mapolres Bogor Kota, selasa (30/4/2013)

Bahtiar menyebut, selain mata uang rupiah, di koper tersebut juga ada mata uang Brasil, Singapura dan China.

Di hadapan polisi, ibu rumah tangga tersebut mengaku kalau ratusan ribu lembar uang palsu tersebut diterimanya dari Eyang Aswong dan Absah yang kini menjadi buronan polisi. "Kasusnya masih kita kembangkan, dua tersangka lainnya masih kita buru," tambah Bahtiar.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(try/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%