detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 05:08 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 30/04/2013 16:55 WIB

Uang Palsu Senilai Rp 1,2 Triliun Disita dari Perempuan Asal Bogor

Farhan - detikNews
Foto: Farhan/detikcom
Bogor - Polisi membekuk seorang perempuan asal Bogor, UM alias Nuriyah (46). Di koper besar, mereka menemukan uang palsu asing. Jumlahnya diperkirakan Rp 1,2 triliun lebih.

Terkuaknya pemalsuan ini berawal dari laporan seorang warga yang mengaku mendapat uang palsu Rp 100 ribu dari Nuriyah. Polisi menelusuri laporan itu dan akhirnya menggerebek rumah Nuriyah, di Kp. Legok Muncang Kelurahan Cipake Rt 02/15 Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Minggu (28/4/2013).

"Koper berisi 59.847 lembar uang palsu pecahan mata uang asing dan rupiah senilai Rp 1,2 triliun lebih," kata Kapolres Bogor Kota, AKBP Bahtiar Ujang Purnama, di Mapolres Bogor Kota, selasa (30/4/2013)

Bahtiar menyebut, selain mata uang rupiah, di koper tersebut juga ada mata uang Brasil, Singapura dan China.

Di hadapan polisi, ibu rumah tangga tersebut mengaku kalau ratusan ribu lembar uang palsu tersebut diterimanya dari Eyang Aswong dan Absah yang kini menjadi buronan polisi. "Kasusnya masih kita kembangkan, dua tersangka lainnya masih kita buru," tambah Bahtiar.



Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(try/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close