Detik.com News
Detik.com
Selasa, 30/04/2013 07:45 WIB

Itjen Kemendikbud Serahkan Hasil Investigasi UN ke M Nuh

Moksa Hutasoit - detikNews
Itjen Kemendikbud Serahkan Hasil Investigasi UN ke M Nuh
Jakarta - Inspektorat Kemendikbud sudah rampung menyelesaikan investigasinya terkait penyelenggaraan Ujian Nasional (UN). Hasil investigasi dalam bentuk rekomendasi itu sudah diserahkan ke Mendikbud M Nuh.

"Sudah kita serahkan kemarin kok sebelum jam 12.00 WIB," kata Irjen Kemendikbud Haryono Umar kepada detikcom, Selasa (30/4/2013).

Investigasi ini khusus mengenai proses penyelenggaraan UN yang mengalami sejumlah keterlambatan di sana-sini. Investigasi ini sendiri belum menyasar tendernya. Menurut Haryono, pihaknya sudah memeriksa banyak pihak. Mulai dari internal kementerian, percetakan hingga pengawas.

Hasil investigasi berupa berupa fakta-fakta yang ditemukan di lapangan serta penyebab permasalahan. Sejumlah pihak mendapat poin merah dari Itjen.

"Kami rekomendasikan dapat sanksi," lanjut Haryono.

Haryono berharap dalam waktu dekat M Nuh akan segera mengumumkan ke publik. "Kalau bisa cepat, karena ini kan perintah presiden," tegasnya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mok/sip)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%