detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 05:04 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 29/04/2013 11:58 WIB

Hanura Coret Nuriyati yang 'Selingkuh' Masuk Daftar Caleg Gerindra

Ferdinan - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Partai Hanura mencoret Nuriyati Samatan yang menjadi caleg DPR dari daerah pemilihan Sulawesi Tengah. Nuriyati kedapatan juga mendaftar sebagai caleg ke Gerindra dari dapil yang sama.

"Kita coret, dia daftar ganda ya coret sajalah. Banyak yang antre jadi caleg," kata Ketua DPP Hanura Yuddy Chrisnandi saat dikonfirmasi, Senin (29/4/2013).

Hanura akan mengganti Nuriyati dengan bakal caleg lain yang sudah mendaftar. "Tentu gantinya harus perempuan lagi," ujarnya.

Dalam catatan Formappi dari publikasi DCS oleh KPU, ada 5 nama yang terdaftar sebagai caleg di 2 parpol. Mereka adalah:

1. Abdul Rahman Sappara, terdaftar sebagai caleg Partai Nasdem dari daerah pemilihan Sulsel I. Abdul Rahman Sappara juga terdaftar sebagai caleg Hanura dapil Sulsel I.

2. Nuriyati Samatan, caleg Hanura dapil Sulteng. Nama yang sama terdaftar sebagai caleg Gerindra dari dapil Sulteng.

3. Tabrani Syabirin (PDIP/Jabar II). Dia juga terdaftar sebagai caleg Gerindra dari dapil Banten II. (Catatan: Tabrani telah mengkonfirmasi dia sebagai caleg Gerindra)Next

Halaman 1 2

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fdn/van)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%