Detik.com News
Detik.com
Senin, 29/04/2013 11:58 WIB

Hanura Coret Nuriyati yang 'Selingkuh' Masuk Daftar Caleg Gerindra

Ferdinan - detikNews
Halaman 1 dari 2
Hanura Coret Nuriyati yang Selingkuh Masuk Daftar Caleg Gerindra
Jakarta - Partai Hanura mencoret Nuriyati Samatan yang menjadi caleg DPR dari daerah pemilihan Sulawesi Tengah. Nuriyati kedapatan juga mendaftar sebagai caleg ke Gerindra dari dapil yang sama.

"Kita coret, dia daftar ganda ya coret sajalah. Banyak yang antre jadi caleg," kata Ketua DPP Hanura Yuddy Chrisnandi saat dikonfirmasi, Senin (29/4/2013).

Hanura akan mengganti Nuriyati dengan bakal caleg lain yang sudah mendaftar. "Tentu gantinya harus perempuan lagi," ujarnya.

Dalam catatan Formappi dari publikasi DCS oleh KPU, ada 5 nama yang terdaftar sebagai caleg di 2 parpol. Mereka adalah:

1. Abdul Rahman Sappara, terdaftar sebagai caleg Partai Nasdem dari daerah pemilihan Sulsel I. Abdul Rahman Sappara juga terdaftar sebagai caleg Hanura dapil Sulsel I.

2. Nuriyati Samatan, caleg Hanura dapil Sulteng. Nama yang sama terdaftar sebagai caleg Gerindra dari dapil Sulteng.

3. Tabrani Syabirin (PDIP/Jabar II). Dia juga terdaftar sebagai caleg Gerindra dari dapil Banten II. (Catatan: Tabrani telah mengkonfirmasi dia sebagai caleg Gerindra)Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fdn/van)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%