Detik.com News
Detik.com

Senin, 29/04/2013 10:18 WIB

Ujian Nasional dan Faktanya

Rudy Cahyadi - detikNews
Halaman 1 dari 4
Jakarta - Ujian nasional bukanlah hal yang asing lagi dalam dunia pendidikan Indonesia. Sebagai salah satu program kerja pemerintah, ujian nasional diadakan untuk menjadi tolak ukur kemampuan siswa terhadap pendidikan yang mereka jalankan.

Lewat ujian nasional, kemampuan siswa terhadap mata pelajaran yang sudah dipelajari selama masa pendidikan dapat terlihat, apakah sudah berhasil dikuasai atau belum. Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa berhasilnya ujian nasional seorang siswa menandakan keberhasilan pendidikan yang diberikan para guru.

Melalui persentase kelulusan siswanya maka efektifitas kegiatan belajar mengajar masing-masing sekolah dapat dievaluasi oleh pemerintah.

Prestasi siswa melalui nilai-nilai ujian nasional dan nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik menunjukkan semakin meninggkatnya kualitas pendidikan di Indonesia.

Penundaan ujian nasional (UN), kurangnya berkas-berkas ujian menjadi fakta-fakta suram yang menghiasi ujian nasional Sekolah Lanjutan Tingkat Atas/ Sekolah Menengah Atas (SLTA/SMA) dan yang sederajat pada saat ini.

Bahkan penundaan jadwal ujian ini terjadi pada 11 provinsi di Indonesia. Fakta-fakta yang tersaji tersebut merupakan kondisi nyata yang dihadapai pasa masa ujian nasional tahun 2013 ini.

Berbagai kekhawatiran bermunjulan dalam merespon fenomena-fenomena tersebut, salah satunya adalah kekhawatiran terhadap bocornya soal dan jawaban ujian nasional akibat belum diterimanya berkas soal-soal ujian nasional tepat pada jadwal ujian nasional SLTA/SMA yang telah ditetapkan, yaitu tanggal 15 April 2013.Next

Halaman 1 2 3 4

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(wwn/wwn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%