detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 11:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 29/04/2013 04:02 WIB

Usai Tembak 2 Polisi di Italia, Pelaku: Tembak Saya, Tembak Saya!

M Iqbal - detikNews
Pelantikan Perdana Menteri Italia Enrico Letta (Foto: Reuters)
Jakarta - Polisi berhasil menangkap dan mengidentifikasi pria bersenjata pelaku penembakan 2 orang polisi di depan kantor Perdana Menteri Italia, di Roma. Sesaat setelah penembakan, pelaku berteriak meminta polisi menembaknya.

Sebagaimana dilansir dari Reuters, Senin (29/4/2013), pelaku diketahui bernama Luigi Preiti. Pria berusia 49 tahun itu berasal dari Wilayah Selatan Calabria, sebuah wilayah yang sejak lama dikenal dengan angka penganggurannya yang tinggi dan kejahatan yang terorganisir.

Seorang petugas polisi menuturkan, sesaat setelah menembak dua orang rekannya yang bertugas di depan kantor Perdana Menteri Italia, Preiti berteriak 'tembak saya, tembak saya' kepada petugas polisi lain di dekatnya.

Namun ia berhasil dibekuk polisi bersamaan saat orang-orang berkerumun menunggu perdana menteri yang baru dilantik Enrico Letta, tiba di kantornya.

Saat pemeriksaan, kepada penyidik pelaku mengaku penembakan itu sudah dipersiapkan sebelumnya. Namun ia menyatakan bahwa target penembakan sebetulnya adalah politisi, namun target tidak didapati di lokasi.

Dalam peristiwa itu, petugas pertama ditembak di bagian leher dan mengalami kondisi cukup parah, seorang lainnya terkena tembakan di kaki juga terluka parah.

Tak hanya itu, media Italia bahkan mengabarkan bahwa seorang pejalan kaki juga cedera namun tidak serius. Polisi kemudian menemukan lima selongsong peluru dari jenis senjata berkaliber kecil di lokasi kejadian.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(iqb/trq)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%