detikcom
Senin, 29/04/2013 04:02 WIB

Usai Tembak 2 Polisi di Italia, Pelaku: Tembak Saya, Tembak Saya!

M Iqbal - detikNews
Pelantikan Perdana Menteri Italia Enrico Letta (Foto: Reuters)
Jakarta - Polisi berhasil menangkap dan mengidentifikasi pria bersenjata pelaku penembakan 2 orang polisi di depan kantor Perdana Menteri Italia, di Roma. Sesaat setelah penembakan, pelaku berteriak meminta polisi menembaknya.

Sebagaimana dilansir dari Reuters, Senin (29/4/2013), pelaku diketahui bernama Luigi Preiti. Pria berusia 49 tahun itu berasal dari Wilayah Selatan Calabria, sebuah wilayah yang sejak lama dikenal dengan angka penganggurannya yang tinggi dan kejahatan yang terorganisir.

Seorang petugas polisi menuturkan, sesaat setelah menembak dua orang rekannya yang bertugas di depan kantor Perdana Menteri Italia, Preiti berteriak 'tembak saya, tembak saya' kepada petugas polisi lain di dekatnya.

Namun ia berhasil dibekuk polisi bersamaan saat orang-orang berkerumun menunggu perdana menteri yang baru dilantik Enrico Letta, tiba di kantornya.

Saat pemeriksaan, kepada penyidik pelaku mengaku penembakan itu sudah dipersiapkan sebelumnya. Namun ia menyatakan bahwa target penembakan sebetulnya adalah politisi, namun target tidak didapati di lokasi.

Dalam peristiwa itu, petugas pertama ditembak di bagian leher dan mengalami kondisi cukup parah, seorang lainnya terkena tembakan di kaki juga terluka parah.

Tak hanya itu, media Italia bahkan mengabarkan bahwa seorang pejalan kaki juga cedera namun tidak serius. Polisi kemudian menemukan lima selongsong peluru dari jenis senjata berkaliber kecil di lokasi kejadian.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(iqb/trq)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%