Minggu, 28/04/2013 16:10 WIB

Jarang Pakai Laptop, Camat Kesulitan Ikuti Lelang Jabatan

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Soal ujian seleksi lelang jabatan Pemprov DKI Jakarta yang berlangsung on-line, harus dikerjakan melalui laptop. Sejumlah camat peserta lelang jabatan yang sehari-harinya jarang menggunakan laptop sebagai perangkat kerja mereka di lapangan, mengaku sempat mengalami kesulitan teknis dalam mengerjakan soal ujian.

"Awalnya sempat kesulitan, ya kan jarang megang laptop," kata Makmun, camat Makasar, Jakarta Timur, melalui telepon, Minggu (28/4/2013).

Namun untuk urusan mengerjakan soal ujian, menurutnya bukan hal yang sulit. Sebab puluhan soal tentang anggaran dan peraturan daerah, tidak terlalu melenceng jauh dari tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sebagai aparat pemerintahan.

"Soalnya nggak sulit. Materinya sudah tupoksi kita dan ada persiapan sebelumnya. Tetapi antara teori yang diajarkan dengan praktek kan memang beda ya," ujar Makmun yang ujiannya dilangsungkan di

Pandangan serupa juga disampaikan Camat Duren Sawit, Wahyu Supriyatna, yang mengikuti ujian seleksi lelang jabatan di SMAN 3, Setiabudi, Jakarta Selatan. Materi soal ujian memang tidak jauh dari pelajaran yang pernah dia terima, sehingga tidak terlalu sulit untuk diselesaikan.

"Tapi sebagai camat kita kan selalu spontan bila menyelesaikan masalah di lapangan. Masyarakat kan tidak begitu mengerti perda," tuturnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(edo/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
32%
Kontra
68%