Minggu, 28/04/2013 13:51 WIB

Bayi Umur 30 Menit, Ditinggal di Mushala

Arbi Anugrah - detikNews
Purbalingga - Sesosok bayi perempuan terbungkus kardus ditemukan di sebuah mushalla di Candinata, Purbalingga, Jawa Tengah. Bayi yang masih berlumur darah dan belum diputus ari-arinya, ditemukan warga seusai ibadah salat subuh.

"Diperkirakan lahirnya sekitar 30 menit sebelum ditemukan. Ini dapat dilihat dari kondisi ari-arinya," akat Dwi Retnowati, bidan desa yang merawat bayi, Minggu (28/4/2013).

"Bayi tersebut lahir normal, beratnya 3,4 kilogram dan panjang 49 cemtimeter, Kondisinya sehat. Kemungkinan ibunya melahirkan sendiri," sambungnya.

Sementara menurut Rosida (60), warga sekitar yang menemukan bayi tersebut mengatakan, bayi tersebut ditemukannyadi halaman mushala pada pukul 05.15 WIB. Sesaat sebelumnya dia mendengar suara motor dan tidak lama kemudian terdengar suara bayi menangis.

Ketika ditengok ternyata ada bayi di dalam kardus yang dibalut kain putih dengan bercak darah yang sangat banyak.

"Sebelum sholat subuh belum ada. Bayi kita langsung bawa ke bidan untuk diperiksa," ujarnya.

Saat ini bayi mungil berjenis kelamin perempuan tersebut menjadi rebutan warga sekitar yang ingin mengadopsi bayi tersebut. Sementara lokasi penemuan bayi sudah di beri garis polisi oleh petugas Kepolisian dari Polres Purbalingga.

Sepanjang tahun ini di Banyumas dan Purbalingga, ada tiga kasus bayi dibuang oleh orang tuanya. Satu di antaranya meninggal dunia akibat telat diketahui warga sekitar. Rata-rata bayi tersebut belum berumur satu hari.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(arb/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%