detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 12:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 27/04/2013 19:36 WIB

Keluar dari Panti Rehab Lido, Raffi Wajib Cek Kesehatan di BNN

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Raffi Ahmad, artis yang menjadi tersangka karena penyalahgunaan dan kepemilikan metilon, keluar dari panti rehabilitasi BNN di Lido, Sukabumi. Namun, Raffi tetap diminta kontrol kesehatannya secara teratur.

"Yang bersangkutan dialihkan dari Lido untuk dipantau di luar Lido, dengan catatan diperlukan kontrol kesehatan teratur di tim medis BNN sesuai prosedurnya," kata sumber internal BNN, saat dikonfirmasi, Sabtu (27/4/2013).

Meski dinyatakan tidak lagi direhabilitasi di dalam panti rehabilitasi BNN, proses hukum artis yang tengah moncer ini tetap berjalan.

"Proses hukum masih berjalan, masih proses hukum dalam kendali penyidiknya," ujar sumber itu.

Apakah tetap diperbolehkan beraktifitas seperti biasa, sementara proses hukum masih menunggu P21?

"Itu nanti ada prosedurnya," tutup sumber yang enggan disebutkan namanya itu.

Sumber lainnya menyebutkan, Raffi telah berada di BNN sekitar pukul 17.30 WIB. Tim dari BNN menjadwalkan gelar konferensi pers terkait hal tersebut.

Raffi ditangkap tim BNN bersama 16 orang rekannya pada tanggal 27 Januari 2013 lalu. Raffi ditangkap di kediamannya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ia dipindahkan ke Lido pada 18 Februari 2013 silam. Raffi dinyatakan positif mengkonsumsi zat metilon yang diketahui memiliki efek samping adiktif, sama dengan sabu atau heroin.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ahy/mpr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close