Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 27/04/2013 11:18 WIB

Kejati DKI: Susno Sudah Janji, Kalau Gentle Seharusnya Menyerahkan Diri

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Tim Kejati DKI yang menjadi eksekutor Susno Duadji menyatakan mereka sudah mengamankan Mantan Kabareskrim itu, untuk dibawa ke lapas. Namun upaya mereka gagal setelah Susno dibawa tim polisi ke Mapolda Jabar. Padahal Susno sudah berjanji untuk ikut ke lapas.

Ketua tim eksekutor Susno, Firdaus Dewilmar menceritakan pada Rabu kemarin ketika tim Kejati melakukan eksekusi, tim sudah bertemu dengan Susno di rumahnya di Dago Pakar, Bandung. Saat itu, tim yang terdiri dari beberapa jaksa sudah mengamankan Susno.

Namun saat itu, kata Firdaus, Susno yang mengenakan celana pendek dan kaos oblong meminta izin untuk berganti pakaian terlebih dahulu. Tim jaksa pun memenuhi permintaan mantan Kabareskrim itu.

"Kami kan juga orang-orang yang punya moral, kami izinkan pak Susno untuk mandi dan berganti baju. Saat itu pak Susno sudah berjanji akan ikut dengan kami setelahnya," kata Firdaus dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (27/4/2013).

Namun apa yang terjadi kemudian di luar perkiraan tim Kejati DKI. Susno cukup lama berada di dalam kamar dan kamarnya pun dikunci.

Hingga kemudian tim dari Polda Jabar datang dan menjemput Susno, untuk dibawa ke Markas. Kemudian tim kejaksaan menyusul ke Polda Jabar. Di sana, perundingan malah berjalan buntu.

"Padahal sebelumnya Susno sudah berjanji mau ikut kami. Sekarang kalau dia gentle ya seharusnya menyerahkan diri," kata Firdaus.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fjr/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%