Detik.com News
Detik.com

Sabtu, 27/04/2013 03:06 WIB

Mendikbud M Nuh: UN Tetap Standar Kelulusan Siswa

Mulya Nurbilkis - detikNews
Mendikbud M Nuh: UN Tetap Standar Kelulusan Siswa
Jakarta - Keinginan beberapa pihak untuk menghapus Ujian Nasional (UN) rupanya ditanggapi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M.Nuh. Menurutnya UN merupakan standar kelulusan siswa.

"Tentu, kalau Kemendikbud tidak yakin UN sebagai standar kelulusan, dari dulu sudah bubar toh, dan tidak ada UN," ujar M.Nuh di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (27/4/2013) dinihari.

Menurutnya permasalahan yang terjadi berasal dari percetakan lembar jawaban ujian. Apabila UN tahun ini dibatalkan maka akan berimbas kepada 22 provinsi yang melaksanakan ujian secara normal.

"Jadi kalau kita berfikir bisa dipilah-pilah, ya memang ada masalah di percetakan. Dari 6 percetakan kita harus memikirkan nasib 22 provinsi. Jangan sampai mereka terkena imbasnya. Nanti mereka protes," jelasnya.

Sehingga dia meminta agar beberapa pihak untuk tidak gegabah meminta UN dibatalkan karena kirsuh kekurangan lembar jawaban di 11 provinsi. Karena kekurangan yag terjadi merupakan musibah yang tak terduga.

"Tarohlah yang di 22 provinsi tidak jadi terpakai untuk kelulusan, apa yang harus saya jawab coba? Coba sampeyan bayangkan kalo sampeyan (ujiannya) berjalan normal lalu sampeyan misalkan ada musibah atau kecelakaan itu trus sampean juga di delete apa yang akan terjadi? Kita juga harus memikirkan hal itu. Apa dia harus menanggung beban ini lagi? Yang 11 provinsi ada yang normal kok. Oleh karena itu kita tidak mau gegabah sehingga masukan itu kita terima baik," ujar M.Nuh.

Komisi X menggelar rapat dengan Kemendikbud mengenai carut marutnya pelaksanaan UN SMA 2013. Komisi yang membidangi pendidikan dan olahraga ini meminta hasil UN yang rencananya akan digunakan sebagai patokan kelulusan dan syarat masuk PTN, untuk dipertimbangkan lagi.

"Terhadap pelaksanaan UN SMA sederajat tahun 2013, Komisi X bersikap hasil UN yang akan tetap dijadikan sebagai syarat kelulusan dan syarat masuk PTN dan perlu dipertimbangkan kembali dalam kajian mendalam," ujar Ketua Komisi X Agus Hermanto membacakan risalah rapat dengar pendapat yang baru selesai pada Jumat (26/4/2013) larut malam.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rni/fjp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

'Bersihkan' Gelar Palsu, Periksa Semua Ijazah Anggota DPR!

Anggota DPR Fraksi Hanura Frans Agung Mula Putra dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait dugaan gelar doktor palsu. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bersikap tegas meminta ijazah semua anggota DPR diperiksa. Bila Anda setuju dengan usulan Fahri Hamzah, pilih Pro!
Pro
97%
Kontra
3%